Linguistik Kontrastif Fonem Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia: Kajian Perbedaan Fonologis dalam “Boboiboy the Movie”

Authors

  • Siti Maulida Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Risma Fitriyani Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Odien Rosidin Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpb.v15i2.2824

Keywords:

Linguistik Perbandingan, Fonologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu, Analisis Generatif

Abstract

Kajian ini mengeksplorasi variasi fonologis antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu Malaysia melalui studi linguistik perbandingan dengan memanfaatkan dialog dari "BoBoiBoy the Movie" sebagai bahan analisis. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis kontras diterapkan untuk mengenali perbedaan dalam fonem vokal, konsonan, dan diftong. Temuan dari penelitian ini mengungkap tujuh variasi fonem vokal, lima variasi fonem konsonan, satu variasi fonem diftong, dan dua variasi gabungan fonem vokal-konsonan. Pola sistematis yang teridentifikasi mencakup: (1) dominasi netralisasi schwa (/ə/ menjadi /a/), (2) penurunan vokal tinggi (/i/ menjadi /ɛ/, /u/ menjadi /o/), dan (3) penyederhanaan gugus konsonan (/kh/ menjadi /k/, /f/ menjadi /p/). Kajian fonologi generatif menegaskan bahwa variasi tersebut terletak pada aturan transformasi yang terstruktur, bukan variasi yang bersifat acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia cenderung mengadopsi bentuk fonologis yang lebih akustik stabil dan efisien dalam pengucapan, sementara Bahasa Melayu Malaysia lebih memilih bentuk yang lebih rumit. Penelitian ini memberikan sumbangan teoritis dalam studi linguistik perbandingan serta relevansi praktis bagi pengajaran bahasa dan adaptasi media audiovisual antara bahasa-bahasa seakar.

References

Ambalegin, & Arianto. (2020). Phonological problems of loanwords in Bahasa Indonesia. English Language and Literature, 9(2), 353–366.

Batais, S. S., & Wiltshire, C. (2021). Indonesian phonology and the evidence from loanword adaptation. In C. Gussenhoven & T. A. Hall (Eds.), The Routledge handbook of phonological theory (pp. 1–20). Routledge.

Chomsky, N. (1969). Current issues in linguistic theory (4th ed.). The Hague: Mouton & Co.

Chaer, A. (2013). Fonologi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Dell, F. (1980). Generative phonology. Cambridge: Cambridge University Press.

Fries, C. C. (1945). Teaching and Learning English as a Foreign Language. Ann Arbor: University of Michigan Press.

Kang, Y. (2024). Loanword phonology. In M. van Oostendorp et al. (Eds.), The Blackwell companion to phonology (2nd ed., pp. 1–25). Wiley-Blackwell.

Khansir, A. A., & Pakdel, F. (2019). Contrastive analysis hypothesis and second language learning. Journal of ELT Research, 4(1), 35–43.

Kusumastuti, D. (2017). Analisis kontrastif kopula Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 10(2). https://doi.org/10.30595/jkp.v10i2.1517

Lado, R. (1957). Linguistics Across Cultures: Applied Linguistics for Language Teachers. Ann Arbor: University of Michigan Press.

List, J.-M., Forkel, R., & Hill, N. W. (2022). A new framework for fast automated phonological reconstruction using trimmed alignments and sound correspondence patterns. arXiv Preprint, arXiv:2204.04619. https://arxiv.org/abs/2204.04619

Paradis, C., & LaCharité, D. (2001). Guttural deletion in loanwords. Phonology, 18(2), 255–300.

Prince, A., & Smolensky, P. (2002). Optimality theory: Constraint interaction in generative grammar (ROA version). Rutgers University Center for Cognitive Science.

Rahyono, F. X. (2012). Studi makna. Jakarta: Penaku.

Rosidin, O. (2022). Pengantar teori linguistik. Serang: Untirta Press.

Sari, M., & Effendi, D. (2022). Analisis kajian fonologi pada perkembangan bahasa anak usia 1–3 tahun. Pernik: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 78–88. https://doi.org/10.31851/pernik.v5i2.8043

Yulianto, B. (2019). Fonologi generatif: Teori dan aplikasi. Surabaya: Graniti Press.

Downloads

Published

2025-06-09