Disensus: Politik Para Penulis dalam Antalogi Puisi Bima Membara

Authors

  • Naila Fauziah STKIP Taman Siswa Bima

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpb.v15i1.3031

Keywords:

Disensus Jacques Rancière, Antalogi Puisi, Bima Membara

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan upaya disensus dalam politik para penulis terhadap konflik pembangunan pertambangan di Kecamaan Lambu Kabupaten Bima, dalam antologi puisi Bima Membara. Upaya disensus dalam politik diuraikan menggunakan teori disensus Jacques Rancière dengan pendekatan pragmatik dan kualitatif sebagai metode penelitiannya. Dalam hal ini, politik diartikan sebagai praktik tatanan sensori alamiah yang menjejer individu-individu dan kelompok untuk menempati posisi sebagai yang memerintah dan diperintah. Kelompok itu tergambarkan dari aparat pemerintah, penguasa dan masyarakat. Hasil penelitian menemukan bahwa para penulis melalui puisi-puisinya, merespon konflik yang terjadi di Bima. Para penulis secara gamblang menyuarakan dan mengecam atas tindakan represif yang dilakukan aparat Kepolisan dan Brimob pada 24 Desember 2011. Kurangnya respon pemerintah terhadap tuntutan massa, yakni untuk mencabut SK 188, sebagai surat izin pembangunan pertambangan. Tuntutan yang tidak diindahkan, kemarahan atas ditahannya rekan seperjuangan, insiden di Pelabuhan Sape yang melukai sebagian besar aksi massa dan menewaskan dua orang. Pada puncaknya, masyarakat membakar kantor kabupaten Bima pada 26 Januari 2012. Kejadian-kejadian tersebut, kemudian secara eksplisit dituangkan dalam antologi puisi Bima Membara.

References

Damono, Sapardi Djoko. (2002). Sastra dan Budaya. Jakarta: Pustaka Jaya.

Devita, Irma. (2012). Sengketa agraria di Bima yang dipicu oleh SK Bupati Bima. Diakses 15 Februari 2025 dari Irma Devita – Info Kenotariatan dan Pertanahan: https://irmadevita.com/2012/sengketa-tanah-di-bima-yang-dipicu-oleh-sk-bupati-bima/.

Faruk. (2017). Metode Peneliian Sastra: Sebuah Penjelajahan Awal. Yogyakara: Pusaka Pelajar.

Hasna, Anwar. (2020). Mengenal Orang Bima dan Kebudayaan. Banguntapan Banul: Bildung.

Leonowens, SP, dkk. (2012). Bima Membara. Jakarta: Halaman Moeka Publishing Mahayana.

Maman S. (2016). “Peta Sastra Indonesia Mutakhir”. Jakarta: HISKI Komisariat Universitas Indonesia

Ratna, Nyoman Kutha. (2015). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pusaka Pelajar.

Ranciere, J.(2011). Mute Speech: Lierature, Critical Theory and Poliics. New York: Columbia Universiy Press.

Ranciere, J dan Corcoran, S.( 2010). Dissensus on Poliicics and Aesthetics. London & New York: Colombia Unversity.

Rancière, Jacques. (2016). Politik Estetika: Distribusi yang Dapat Ditangkap oleh Indra. Diterjemahkan oleh Yudi Santoso. Yogyakarta: Jalasutra.

Robert, Robestus. (2011). “Yang-Politis, Yang-Estetis, dan Kesetaraan Radikal: Etika Politik Jacques Ranciere”. Menteng: www.srimulyani.net.

Tempo. (2012). Bima rusuh, kantor bupati dibakar. Tempo.co – Koran Nusa. Diakses 23 Juni 2025, dari https://koran.tempo.co/read/nusa/262721/bima-rusuh-kantor-bupati-dibakar?

Wellek, Rene dan Ausin Warren. (2016). Teori Kesusasraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2025-03-28