Strategi Guru sebagai Fasilitator dalam Meningkatkan Literasi dan Kemandirian Belajar di Era Digital

Authors

  • Dewi Sartika Panggabean Universitas Battuta
  • Zulvia Misykah Universitas Battuta

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpb.v15i1.3299

Keywords:

Guru Sebagai Fasilitator, Literasi, Kemandirian Belajar, Pembelajaran Digital, Sekolah Dasar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas strategi guru sebagai fasilitator dalam meningkatkan literasi dan kemandirian belajar siswa sekolah dasar di era digital. Latar belakang studi ini berakar pada urgensi transformasi peran guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21, khususnya dalam ekosistem pembelajaran yang dipengaruhi kemajuan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket yang dilaksanakan pada satu kelas eksperimen di Sekolah Dasar Medan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi fasilitatif secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi siswa, dibuktikan oleh kenaikan skor rata-rata dari 59,9 (pretest) menjadi 76,5 (posttest). Selain itu, strategi ini mendorong terbentuknya kemandirian belajar melalui peningkatan motivasi intrinsik, partisipasi aktif, dan kemampuan reflektif siswa. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman, sesuai dengan karakteristik generasi digital. Temuan ini menegaskan pentingnya reposisi peran guru sebagai fasilitator yang adaptif dan inovatif dalam membangun ekosistem belajar yang mendorong siswa menjadi individu literat, mandiri, dan kritis. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan model pembelajaran dasar yang relevan di era digital.

References

Andriani, A. E., Sulistyorini, S., & Kiptiyah, S. M. (2024). Peningkatan Literasi Digital Pada Kompetensi Sosial Emosional melalui Pembuatan Media Pembelajaran Interatif Berbasis Nearpod Bagi Guru Sekolah Dasar. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS), 3(1), 28. https://doi.org/10.36722/psn.v3i1.2468

Arianti, N. N. S., Lasmawan, I. W., & Kertih, I. W. (2024). Model Pembelajaran Berbasis Proyek Meningkatkan Motivasi Belajar IPAS Pada Siswa Sekolah Dasar. Journal of Education Action Research, 8(4).

Astuti, A. D. (2024). Self regulated learning for elementary school students’ mathematics learning using Think Pair Share. Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10(1), 60–64. https://doi.org/10.33084/tunas.v10i1.8784

Faridah, N. R., Afifah, E. N., & Lailiyah, S. (2022). Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi dan Literasi Digital Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Basicedu. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i1.2030

Fitriyani, F., & Teguh Nugroho, A. (2022). Literasi Digital Di Era Pembelajaran Abad 21. Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Inovasi. https://doi.org/10.58466/literasi.v2i1.1416

Haryadi, H., Wijaya, H., Sadli, M., & Mudzakkir, A. (2023). Analisis Kompetensi Guru Dalam Pengelolaan Proses Pembelajaran Terhadap Kesulitan Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Riset Teknologi

Kusumawati, A. A. (2024). Self Regulation Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik. Jurnal EMPATI, 13(3), 47–52. https://doi.org/10.14710/empati.2024.45013

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications

Morel, G. M. (2021). Student-centered learning: context needed. Educational Technology Research and Development. https://doi.org/10.1007/s11423-021-09951-0

Sari, D. M. M. (2022). Digital Literacy and Academic Performance of Students’ Self-Directed Learning Readiness. ELite Journal : International Journal of Education, Language, and Literature, 2(3), 127–136. Retrieved from https://journal.unesa.ac.id/index.php/elite

Downloads

Published

2025-03-28