Representasi Emosional dalam Dialog-dialog Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Karya Yandy Laurens Berdasarkan Teori Emosi Izard

Authors

  • Azzahra Ananda Putri Universitas Jambi
  • Yusra D Universitas Jambi
  • Ade Bayu Saputra Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpb.v16i1.3981

Keywords:

Emotif, Dialog, Representasi Emosional

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fungsi representasi emosional tokoh dalam dialog film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens berdasarkan pendekatan emotif dan teori emosi Izard (2013). Secara khusus, penelitian ini tidak hanya memetakan jenis-jenis emosi yang muncul, tetapi juga menjelaskan fungsi representasi emosi tersebut dalam membangun makna dialog, relasi antartokoh, serta penguatan alur naratif film. Dengan demikian, penelitian ini menawarkan kebaruan berupa penerapan teori emosi Izard pada dialog film Indonesia kontemporer yang dianalisis melalui pendekatan emotif berbasis kebahasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan emotif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa dialog-dialog yang mengandung representasi emosional, dengan sumber data berasal dari dialog dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode menyimak, mentranskripsi, dan mengklasifikasikan dialog berdasarkan kategori emosi. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog film tersebut ditemukan sepuluh jenis emosi, yaitu ketertarikan (1 data), kebahagiaan (2 data), keterkejutan (3 data), kesedihan (4 data), kemarahan (8 data), rasa jijik (2 data), penghinaan (2 data), ketakutan (2 data), rasa malu (2 data), dan perasaan bersalah (3 data). Representasi emosional dalam dialog film ini berfungsi tidak hanya sebagai sarana ekspresi perasaan tokoh, tetapi juga sebagai strategi naratif untuk menarik perhatian penonton, membangun empati, memperkuat konflik, serta memperjelas pesan emosional dan tematik cerita.

References

Absattar, A., Mambetova, M., & Zhubay, O. (2022). The potential of emotive language to influence the understanding of textual information in media coverage. Humanities and Social Sciences Communications, 9(1), 1–7.

Alfin, J. (2014). Paket lima pendekatan dalam apresiasi sastra. Apresiasi Sastra Indonesia, 31(8070), 93.

Aminuddin. (2000). Pengantar apresiasi karya sastra. Algesindo.

Caplin, L.-P. (2020). Writing compelling dialogue for film and TV: The art and craft of raising your voice on screen (1st ed.). Routledge.

Izard, C. E. (2013). Human emotions. Springer Science & Business Media.

Izar, J., & Afria, R. K. (2020). Bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam film dokumenter The Mahuzes karya Watchdoc Image. Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra, 2(1), 1–11.

Fadilla, A. R., & Wulandari, P. A. (2023). [Judul artikel tidak tersedia]. Jurnal Penelitian, 1(3), 34–46.

Fadjarajani, S., R. E. S., P. S., L. F. Y., N. N., S. A., … N. M. S. (2020). Metodologi penelitian: Pendekatan multidisipliner.

Hartono, D. E., & Adiprabowo, V. D. (2025). Analisis visual dalam film Sang Prawira: Estetika visual. INVENSI: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni, 10(1), 87–98.

Kozloff, S. (2000). Overhearing film dialogue. University of California Press.

Rachman Febriannur, R. (2018). Representasi dalam film.

Rahma, A. N. (2013). Analisis tindak tutur ilokusi dalam dialog film animasi Meraih Mimpi (Skripsi). Universitas Airlangga.

Saputra, A. B., Hudaya, P., Sanusi, A., & Jambi, U. (n.d.). Konflik batin tokoh utama dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo. Alfabeta: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya.

Widyahening, C. E. T. (2014). Film sebagai media dalam pembelajaran sastra. Widya Wacana: Jurnal Ilmiah, 9(2).

Yusra, D. (2023). Teori dan kajian prosa fiksi. Komunitas Gemulun Indonesia.

Downloads

Published

2026-01-10