Membangun Paradigma Ilmu Berbasis Etika Cinta: Kajian Filsafat Ilmu pada Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi
DOI:
https://doi.org/10.37630/jpb.v16i1.4004Keywords:
Aksiologi, Epistemologi, OntologyAbstract
Kajian filsafat ilmu tidak dapat dilepaskan dari tiga pilar utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang cenderung bersifat rasional-instrumental sering kali mengabaikan dimensi etis dan kemanusiaan, sehingga menimbulkan berbagai krisis moral, sosial, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun paradigma ilmu berbasis etika cinta melalui kajian filsafat ilmu yang mencakup aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat, khususnya analisis konseptual dan reflektif terhadap pemikiran filsafat ilmu dan etika. Jenis data yang digunakan berupa data kepustakaan (library research), meliputi buku, jurnal ilmiah, dan karya filsafat yang relevan dengan tema etika, cinta, dan filsafat ilmu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara ontologis etika cinta memandang realitas sebagai relasi yang saling terhubung dan bermakna; secara epistemologis cinta menjadi orientasi nilai dalam proses pencarian pengetahuan yang humanis dan bertanggung jawab; serta secara aksiologis etika cinta mengarahkan pemanfaatan ilmu bagi kemaslahatan manusia dan kelestarian kehidupan. Kesimpulannya, paradigma ilmu berbasis etika cinta dapat menjadi alternatif filosofis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan intelektual dan teknologis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
References
Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam. Kuala Lumpur, Malaysia: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Farabi. (1993). Ara’ ahl al-madinah al-fadilah. Beirut, Lebanon: Dar al-Masyriq.
Al-Ghazali. (n.d.). Ihya’ ulum al-din (Vol. 3). Beirut, Lebanon: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Bahm, A. J. (n.d.). Axiology: The science of values. Amsterdam, Netherlands: Rodopi.
Comte, A. (2019). The positive philosophy. London, England: Calvin Blanchard.
Fromm, E. (1956). The art of loving. New York, NY: Harper & Row.
Habermas, J. (1971). Knowledge and human interests. Boston, MA: Beacon Press.
Habermas, J. (2018). The theory of communicative action. Boston, MA: Beacon Press.
Ibn Sina. (1985). Al-najat. Cairo, Egypt: Dar al-Afaq al-Jadidah.
Moser, P. K., Goldman, A. I., Foley, R., & Greco, J. (2002). The Oxford handbook of epistemology. Oxford, England: Oxford University Press.
Nasr, S. H. (1998). Knowledge and the sacred. New York, NY: State University of New York Press.
Nasr, S. H. (2024). Reflections on Islam and modern thought. London, England: Routledge.
Noddings, N. (2002). Educating moral people. New York, NY: Teachers College Press.
Rifa’i, A., & Syafrinadina. (2025). Menyelaraskan epistemologi dan ontologi menuju aksiologi. Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 5(3).
Suriasumantri, J. S. (2019). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Jakarta, Indonesia: Pustaka Sinar Harapan.
Zubaedi. (2017). Desain pendidikan karakter. Jakarta, Indonesia: Kencana.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anneu Rosyanti Suryana, Rohanda Rohanda, Abdul Kodir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
- Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam Jurnal Pendidikan Bahasa yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Principle Contact.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
- Semua Informasi yang terdapat di Jurnal Pendidikan Bahasa bersifat akademik. Jurnal Pendidikan Bahasa tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.








