Membangun Paradigma Ilmu Berbasis Etika Cinta: Kajian Filsafat Ilmu pada Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi

Authors

  • Anneu Rosyanti Suryana UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Rohanda Rohanda UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Abdul Kodir UIN Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpb.v16i1.4004

Keywords:

Aksiologi, Epistemologi, Ontology

Abstract

Kajian filsafat ilmu tidak dapat dilepaskan dari tiga pilar utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang cenderung bersifat rasional-instrumental sering kali mengabaikan dimensi etis dan kemanusiaan, sehingga menimbulkan berbagai krisis moral, sosial, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk membangun paradigma ilmu berbasis etika cinta melalui kajian filsafat ilmu yang mencakup aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat, khususnya analisis konseptual dan reflektif terhadap pemikiran filsafat ilmu dan etika. Jenis data yang digunakan berupa data kepustakaan (library research), meliputi buku, jurnal ilmiah, dan karya filsafat yang relevan dengan tema etika, cinta, dan filsafat ilmu. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa secara ontologis etika cinta memandang realitas sebagai relasi yang saling terhubung dan bermakna; secara epistemologis cinta menjadi orientasi nilai dalam proses pencarian pengetahuan yang humanis dan bertanggung jawab; serta secara aksiologis etika cinta mengarahkan pemanfaatan ilmu bagi kemaslahatan manusia dan kelestarian kehidupan. Kesimpulannya, paradigma ilmu berbasis etika cinta dapat menjadi alternatif filosofis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan intelektual dan teknologis, tetapi juga berakar pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

References

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam. Kuala Lumpur, Malaysia: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Farabi. (1993). Ara’ ahl al-madinah al-fadilah. Beirut, Lebanon: Dar al-Masyriq.

Al-Ghazali. (n.d.). Ihya’ ulum al-din (Vol. 3). Beirut, Lebanon: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Bahm, A. J. (n.d.). Axiology: The science of values. Amsterdam, Netherlands: Rodopi.

Comte, A. (2019). The positive philosophy. London, England: Calvin Blanchard.

Fromm, E. (1956). The art of loving. New York, NY: Harper & Row.

Habermas, J. (1971). Knowledge and human interests. Boston, MA: Beacon Press.

Habermas, J. (2018). The theory of communicative action. Boston, MA: Beacon Press.

Ibn Sina. (1985). Al-najat. Cairo, Egypt: Dar al-Afaq al-Jadidah.

Moser, P. K., Goldman, A. I., Foley, R., & Greco, J. (2002). The Oxford handbook of epistemology. Oxford, England: Oxford University Press.

Nasr, S. H. (1998). Knowledge and the sacred. New York, NY: State University of New York Press.

Nasr, S. H. (2024). Reflections on Islam and modern thought. London, England: Routledge.

Noddings, N. (2002). Educating moral people. New York, NY: Teachers College Press.

Rifa’i, A., & Syafrinadina. (2025). Menyelaraskan epistemologi dan ontologi menuju aksiologi. Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 5(3).

Suriasumantri, J. S. (2019). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Jakarta, Indonesia: Pustaka Sinar Harapan.

Zubaedi. (2017). Desain pendidikan karakter. Jakarta, Indonesia: Kencana.

Downloads

Published

2026-03-05