Kebudayaan Islam yang Berkembang di Kesultanan Bima pada Abad Ke XVII M

  • Zuriatin Zuriatin STKIP Taman Siswa Bima
  • Nurhasanah Nurhasanah STKIP Taman Siswa Bima

Abstract

Masuk dan berkembangnya Islam di Bima tidak hanya membawa perubahan besar pada kepercayaan yang di anut oleh masyarakat di kerajaan tersebut namun juga membawa perubahan secara-besaran terhadap tatanan politik, sosial dan kemasyarakatan serta kebudayaan. Pengaruh Islam terlihat nyata pada kebudayaan yang berkembang sesudah agama ini mulai tumbuh dan berkembang di Bima. Perpaduan antara kebudayaan Islam dan kebudayaan local terjalin indah dalam setiap adat dan budaya yang berkembang dalam masyarakat. hal ini terlihat dari berbagai kebudayaan antaa lain; pertama “Rimpu” yang merupakan busana adat harian tradisional yang berkembang pada masa kesultanan Bima. Sebagai pakaian yang mencerminkan identitas wanita Bima yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Upacara memperingatan mauled nabi besar Muhammad SAW di oleh masyarakat Bima di adakan acara Hanta Ua pua. Ketiga Zikir (jiki) kepada Allah yang di lantunkan pada suklus hidup masyarakat. Keempat Hadrah: Merupakan tari tradisional Bima yang berisi puji-pujian kepada Allah SWT. Kelima Dali merupakan Puisi yang di sebut “dali” ini dapat juga di sebut dalil yaitu suatu petuah dan nasehat yang berdasar atas adat dan agama. Keenam Acara khitan dan Khatam Al-qur’an Dalam adat Bima, proses pendewasaan seorang anak manusia ditandai dengan dua macam upacara adat. Upacara adat ini merupakan pengejawantahan syariat Islam yaitu kewajiban untuk melaksanakan khitan bagi laki-laki serta anjuran untuk menamatkan pembelajaran baca Al-Qur’an sebagai penuntun hidup seorang manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat

Downloads

Download data is not yet available.
Keywords: Kebudayaan, Islam, Kesultanan Bima

References

Abdurahman, Dudung. Metode Penelitian Sejarah. Jakarta : Logos. Wacana Ilmu. 1999
Achmad, Abdullah. Kerajaan Bima dan Keberadaanya. Bima : Paguyuban La Mbila. 1992
Amin, Ahmad. Ringkasan Sejarah Bima. Bima: Kantor Kebudayaan Kabupaten Bima. 1971
Effat Al- Sharqawi, Filsafat kebudayaan Islam, (bandung : Penerbit Pustaka. 1986)
Gottschalk, L. Mengerti Sejarah. (1982).Terj. Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI Press
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, (Jakarta: Radar Jaya Offset,2000), hlm. 181.
Koentjaraningrat, Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 1992
Lamusiah, Siti. Estetika Budaya Rimpu pada Masyarakat Bima “ Kajian Religiulitas” Media Bina Ilmiah. 2013.
Majid, Muhammad Saleh. Islamisasi di Kerajaan Bima 1621-1682. Makassar : jurnal Ilmu-Ilmu Budaya Journal Of Cultural Sciences Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. 2007
Marwati djoened poesponegoro dan nugroho notosusanto. Sejarah nasional Indonesia III, Jakarta: PN. balai pustaka, 1984.
Sewang, Ahmad M. Islamisasi Kerajaan Gowa Abad XVI Sampai Abad XVII. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 2005
Sunanto, Musrifah. Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada. 2005
Naskah Upacara adat Hanta ua Pua. Di tteritkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan Majelis Adat Dana Mbojo. 2000
rhakateza.wordpress.com/2011/12/17/mengenal-upacara-adat-mbojo-bima-prosesi-khitanan-dan-khatam-al-quran.
http://chunkybrandalz.blogspot.com/2013/07/kesenian-tradisional-bima.html
Published
2018-12-30
Abstract viewed = 1991 times
PDF downloaded = 1451 times