Telaah Historis; Kedudukan Kesultanan Goa-Tallo Dlam Penyebarluasan Agama Islam Di Bima pada Abad XVII

  • Tati Haryati STKIP Taman Siswa Bima
  • A. Gafar Hidayat STKIP Taman Siswa
  • Subhan STKIP Taman Siswa Bima

Abstract

Peranan Kerajaan Goa-Tallo dalam proses penyebar luasan Islam dikerajaan Bima pada abad XVII sebagai bagian dari penulisan sejarah Bangsa Indonesia pada masa itu adalah sangat penting untuk ditelusuri oleh kita sebagai generasi muda masa sekarang. Adapun tujuan penulisan ini, yaitu Untuk mengetahui fakor masuknya Agama islam di Kesultanan Bima pada abad ke XVII., dan Untuk mengetahui peranan Ulama Kesutanan Goa-Tallo dalam proses penyebarluasan Islam dalam berbagai aspek kehidupan di Kerajaan Bima pada abad ke XVII. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisn ini yaitu telaah pustaka dengan metode penelitian sejarah yang melewati tahap heuristic, kritik, interpetasi dan historigrafi. Sedangkan pendektan dalam penulisan ini menggunakan pedekatan agama, sosail dan politik. Adapun hasil dari penlitian ini menjelskan bahwa Fakor masuknya Islam di kerajaan Bima sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bantuan yang diberikan oleh Raja Gowa-Tallo kepada La Kai dalam melawan kekuasaan Raja Salisi membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan baik dari aspek politik, ekonomi, sosial budaya. Bantuan yang diberikan oleh Kerajaan Gowa-Tallo terhadap La Kai sekaligus dimanfaatkan oleh pihak Kerajaan Gowa untuk menyebarluaskan Islam di Kepulauan Nusa Tenggara termasuk Kerajaan Bima. dalam hal ini Raja Gowa Sultan Alauddin mengirim dua orang ulama Melayu untuk menyebarluaskan sekaligus mengembangkan Islam di Kerajaan Bima yang bernama Datuk Ri Bandang dan Datuk Di Tiro selama 15 tahun lamanya. Usaha ulama Melayu dalam mengembangkan Islam di Kerajaan Bima di awali dengan mengislamkan putra mahkota La Kai bersama tiga saudaranya dengan anggapan bahwa setelah Jena Teke La Kai diislamkan maka dalam waktu singkat Islam akan cepat menyebar karena mendapat legitimasi/pengakuan dari sang raja pada waktu itu. Para Ulama Melayu dalam mengembangkan Islam dalam masyarakat Kerajaan Bima pertama kali mendekati masyarakat dengan pola pendekatan sosial, pendekatan akidah sehingga dalam waktu 15 tahun Islam dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Kerajaan Bima

Downloads

Download data is not yet available.
Keywords: Kesultanan Goa-Talo, Penyebarabn Islam, Kerajaan Bima

References

Abdullah, Abdul Gani. 2004. Badan Hukum Syara’ dalam Pemerintahan Islam di Kesultanan. Bima. Mataram: Lengge.
Ahmad. 1981. Islamisasi Kerajaan Gowa Abad XVI sampai Abad XVII. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Azra, Azyumardi. 2002. Islam di Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan.
Deliar Noer. 1965. Pengantar Kepemikiran Politik I. Medan: Dwipa.
Garna, Judistira K. 1996, Ilmu-Ilmu Sosial Dasar dan Konsep. Bandung: Program Pasca Sarjana Universitas Pajajaran
Garraghan. 1992, Metodologi Penelitian. Yogyakarta: UGM press.
Hadi, Sutrisno. Penelitian Masalah-Masalah Sosial dan Metodelnya. Jakarta: UI Press.
Haris, Tawalinuddin. 1997. Kerajaan Tradisional Indonesia: Bima. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Ismail, M. Hilir. 2004. Peranan Kesultanan Bima dalam Perjalanan Sejarah Nusantara. Mataram: Lengge.
Kartodirjo, Sartono .1982. Pemikiran Dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Khaldun, Ibnu.1982. Mukaddimah Ibnu Khaldun: Suatu Pendahuluan (terj. Ismail Yakub), Jakarta: Faizan.
Kuntowijoyo. 1994. Metodologi Sejarah, Yogyakarta: Tiara Wacana.
Lapian, Adrian, Bernard. 1996. Laut, Pasar, dan Makalah yang dipresentasikan pada Kongres Nasional Sejarah Indonesia- Komunikasi Budaya. Jakarta.
Lapidus, M. Ira. 2000. Sejarah Sosial Ummat Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Loir, Salahuddin. 2000. BO Sangaji Kai: Catatan Kerajaan Bima (Naskah dan Dokumen Nusantara Seri XVIII). Jakarta: Ecole Francaise D’extreme orient dan Yayasan Obor Indonesia.
Massir. L, 1992. BO’ Suatu Himpunan Catatan Kuno Daerah Bima. Mataram: Proyek Pengembangan Permuseuman NTB.
Mattulada. 1982. Menyusuri Jejak Kehadiran Makassar Dalam Sejarah. Ujung Pandang: Berita Utama-Bhakti Baru.
Patunru, Daeng Abdul Razak. 1969. Sejarah Gowa, Yayasan Kebudayaan. Sulawesi Selatan: Makassar.
Poelinggomang, L Edward. 2001. Makassar Abad XIX: Studi Tentang Kebijakan Perdagangan Maritim. Yogyakarta: Ombak.
Rasyid, Darwas. 1991. Peristiwa Tahun-Tahun Bersejarah Daerah Sulawesi Selatan dari Abad XIV-XIX, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional: Ujung Pandang.
Saleh, Muhammad. 2006. Islamisasi Kerajaan Bima 1621-1667: Sisi Lain Masuk dan Berkembangnya Islam di Bumi Mbojo: Thesis Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar.
Sartnono, Kartodirdjo. 1982. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sjamsuddin, Helius. 2007. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.
Tajib, Abdullah. 1995. Sejarah Bima Dana Mbojo. Jakarta: Harapan Nusa PGRI.
Tobing, D.L. 1960. Hukum Pelayaran dan Perdagangan Amanagappa. Makassar: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Tenggara.
Widja. 1985. Ilmu Sejarah Dan Historiografi: Arah Dan Perspektif. Jakarta: Gramedia
Published
2021-06-30
Abstract viewed = 58 times
PDF downloaded = 17 times