Eksplorasi Nilai Kecerdasan Budaya Berbasis Kearifan Lokal Sumbawa sebagai Sumber Belajar IPS di Sekolah

Authors

  • Suharli Suharli FKIP, Universitas Samawa
  • Muhammad Iksan FKIP, Universitas Samawa
  • Arbi Batulante FKIP, Universitas Samawa
  • Jhon Kenedi FKIP, Universitas Samawa

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v16i3.4544

Keywords:

Kecerdasan Budaya, Falsafah Adat Sumbawa, Istana Dalam Loka, Saleng, Sumber Belajar IPS

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi nilai-nilai budaya masyarakat Sumbawa yang bersumber dari falsafah adat barenti ko syara, syara barenti ko kitabullah, sepuluh prinsip saleng, dan leksikon Istana Dalam Loka, serta merumuskan potensinya sebagai sumber belajar IPS untuk mengembangkan kecerdasan budaya (cultural intelligence-CQ) peserta didik. Pendekatan kualitatif dengan tinjauan pustaka sistematis digunakan. Pencarian literatur dilakukan pada Google Scholar dan Garuda untuk periode 2015–2026. Dari 187 dokumen awal, 25 dokumen memenuhi kriteria inklusi (16 artikel jurnal terakreditasi, 5 disertasi/tesis, 3 buku, 1 peraturan daerah). Analisis mengikuti teknik analisis dokumen Bowen (2009) melalui tiga fase yaitu skimming, reading, dan interpretation, dengan pengodean pada lima unit analisis yaitu kata, frasa, konsep, narasi, dan praktik budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya Sumbawa bukanlah CQ itu sendiri, melainkan sumber belajar potensial untuk mengembangkan keempat dimensi CQ. Musakara/tokal barema dan saleng satotang berpotensi mengembangkan CQ-Strategy; to, ila, kerik salamat, saleng pedi, saleng sayang berpotensi mengembangkan CQ-Knowledge; pamedi, saling sadu, saleng sakiki berpotensi mengembangkan CQ-Motivation; serta basiru, antat panulung, saleng tulung, saleng satingi, saleng jango, saleng beme, saleng santurit, tete gasa, alang kamutar berpotensi mengembangkan CQ-Behavior. Model konseptual pengintegrasian nilai CQ dirumuskan sebagai kerangka integrasi nilai budaya Sumbawa ke dalam materi, metode, dan evaluasi pembelajaran IPS. Disimpulkan bahwa kearifan lokal Sumbawa layak dijadikan sumber belajar IPS untuk mengembangkan kecerdasan budaya peserta didik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ang, S., & Dyne, L. Van. (2008). Handbook of Cultural Intelligence Theory, Measurement, and Applications (1 st). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315703855

Bianca, D., & Sokarina, A. (2025). Accounting Practices in the Antat Panulung Culture of Sumbawa Traditional Weddings. Jurnal Internasional Penelitian Multidisiplin Ilmiah (IJSMR), 3(2), 339–356. https://doi.org/https://doi.org/10.55927/ijsmr.v3i2.76

Bowen, G. A. (2009). Document Analysis as a Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2). https://doi.org/10.3316/QRJ0902027

Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Aproach (3rd ed.). SAGE Publication Ltd.

Funay, Y. E. N. (2020). Sabalong Samalewa Sebagai Etika Moral Orang Sumbawa. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 7(2), 103–123.

Gambiro, H., Yamin, A., Tua, I., & Loka, D. (2018). Warisan Arsitektur Tradisional Sumbawa ( Inheritance on Traditional Architecture of Sumbawa ). Jurnal Arsitektur, Bangunan, & Lingkungan, 8(1), 1–10. https://doi.org/dx.doi.org/10.22441/vitruvian.2018.v8i1.001 p-ISSN

Hermansyah, W. (2016). Terminologi Rumah Adat Dalam Loka Sumbawa : RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 2(2), 293–312. https://doi.org/10.22225/jr.2.2.356.293-312

Hidayati, S. W. (2021). Kajian Historis Arsitektur Dan Terminologi Rumah Adat Dalam Loka Sumbawa. Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidikan, 5(1).

Kaztaevna, T. G., Omarovna, A. R., & Askerkhanovna, T. K. (2015). Education of Tolerant Personality of a Future Specialist as the Social-Pedagogical Phenomenon. 8(2), 169–175. https://doi.org/10.5539/ies.v8n2p169

Livermore, D. (2011). THE CULTURAL Master the One Skill You Can ’ t Do Without. AMACOM. www.amacombooks.org%0AThis

Sjamsuddin, H. (2013). Memori pulau Sumbawa : Tentang sejarah, interaksi budaya & perubahan sosial-politik di pulau Sumbawa (M. Nursam (ed.)). Ombak.

Subakti, H., Hurit, R. U., Genoveva Dua Eni, Sonya, M. Y., Rabiatun, K. M., Syamil, A. A., Musriati, M. A., Sukarman, F. M., Nuryati, H. J. P., Titik, S., & Amane, A. P. O. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif (S. Bahri (ed.)). CV. Media Sains Indonesia.

Suharli, & Kenedi, J. (2023). Permasalahan Pembelajaran IPS di Sekolah (Studi Multikasus Pada SMP dan MTs di Kabupaten Sumbawa). Jurnal Kependidikan, 8(1), 225–228.

Suharli, Latifa, T., & Risnawati. (2025). Penguatan Sikap Toleransi Peserta Didik melalui Pembelajaran IPS dengan Pertunjukan Budaya. Jurnal Pendidikan IPS, 15(4), 1444–1451. https://doi.org/https://doi.org/10.37630/jpi.v15i4.3694

Suharli, S., Andriani, N., Fatmawati, F., Suryani, E., & Merdekawati, A. (2021). The Implementation of Social Studies Learning Model Based on Cultural Intelligence. Proceedings of the 2nd Annual Conference on Education and Social Science (ACCESS 2020), 556(Access 2020), 431–436. https://doi.org/10.2991/assehr.k.210525.122

Sumarlin, Anton, & Ismiati. (2022). Analisis bentuk, pola pelaksanaan dan peran ‘ basiru’ dalam pembangunan pedesaan di desa selante kabupaten sumbawa. Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian (JIMDP), 2748(105). https://doi.org/https://doi.org/10.37149/JIMDP.v7i6.133

Supriyadi, Wibowo, D. H., Asmara, G., & Muhaimin. (2023). Application of the Adat Principles Barenti ko Syara ’, Syara ’ Barenti ko Kitabullah in Sumbawa Regency. International Journal of Scietific Research and Management (IJSRM), 11(1), 408–419. https://doi.org/10.18535/ijsrm/v11i04.lla2

Suwondo, B., Wacana, L., Suhardjo, Wahab, A., & Lukman, L. (1978). Sejarah Daerah Nusa Tenggara Barat (D. P. dan Kebudayaan (ed.)). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Penelitian Sejarah dan Budya Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah.

Tahir, A., Ihwan, N., & Hamdan. (2023). Interaksi komunikasi masyarakat sumbawa melalui budaya sabalong samalewa. 8(1).

Utama, A. A., & Junaidi. (2023). Akulturasi Islam Dan Budaya Dalam Tradisi Perkawinan Pada Masyarakat Sumbawa Nusa Tenggara Barat kebiasaan yang tidak bisa tidak , menjadi dogma dalam suatu adat istiadat . Adat terbentuk memiliki penafsiran dan manivestasi yang luas dan berbeda-beda sert. 7(1), 602–610. https://doi.org/10.58258/jisip.v7i1.4508/http

Wigunadika, I. W. S. (2018). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Bali. Purwadita, 2(2), 91–100.

Zuhri, L. (2019). Teo-ekologi berbasis nilai lokal dalam cita hukum masyarakat sumbawa. Widya Yuridika Jurnal Hukum., 2(2), 71–78.

Downloads

Published

2026-06-29