Involusi Pertanian Di Jawa 1830-1900 dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Masyarakat Desa

  • Syahbuddin Syahbuddin STKIP Taman Siswa Bima

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menalaah kebijakan pemerintah kolonial Belanda sejak 1830-1900, dimana dalam rentang waktu di atas terapkan dua sistem yaitu tanam paksa dan liberal. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, Interprerasi dan historiografi. Peneliti menggunakan pendekatan ekonomi sedangkan model penjelasan yang digunakan adalah kausalitas atau sebab akibat (cause and effect). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa involusi pertanian di Jawa dilatarbelakangi kebijakan kolonial Hindia Belanda (1619-1942) yang membawa produk pertanian Indonesia ke pasar dunia. Namun Belanda tidak pernah berhasil mengembangkan ekonomi ekspor secara luas di pasar dunia. Untuk itu kolonial Belanda terus mendorong petani untuk berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Untuk itu Belanda menerapkan sistem tanam paksa 1830-1870 dan sistem liberal 1870-1900. Penerapan dua sistem ini menyebabkan banyaknya lahan pertanian yang digunakan untuk menanam tanaman ekspor dan menyerap tenaga kerja. Artinya, lahan pertanian makin sempit sedangkan jumlah penduduk makin bertambah. Hal inilah yang disebut dengan proses involusi yang kemudian akan menyebabkan petani akan berfikir keras dalam mengelola sawahnya, karena lapangan kerja di luar pertanian tidak tersedia. Kondisi ini membawa dampak bagi desa atau masyarakat Jawa: terjadinya involusi pertanian dan kemiskinan bersama; semakin kuatnya pemilikan tanah komunal, pengembangan produksi palawija, semakin sulitnya pembagian kerja serta untuk memperoleh pendapatan.

Downloads

Download data is not yet available.
Keywords: Involusi, Pertanian, Jawa

References

Abdurrahman, Dudung, 2007, Metodologi Penelitian Sejarah, Logos Wacana Ilmu:Jakarta.
Basri, MS., 2006, Metodologi Penelitian Sejarah, Restu Agung: Jakarta.
Boeke, JH., 1983, Prakapitalisme di Asia, Jakarta; Penerbit Suara Harapan.
Burger, DH., 1977, Perubahan-perubahan Struktur dalam masyarakat Jawa, Jakarta; Bhratara.
Daliman, 2012, Metode Penelitian Sejarah, Ombak: Yogyakarta.
Elisabet Endang Sri Sulastri; 1988; Pelaksanaan Cultuurstelsel di Jawa (Skripsi Sarjana pada Jurusan Pendidikan Sejarah; Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP Sanata Dharma: Yogyakarta.
Fauzi, Noer, 1999. Petani dan Penguasa. Bandung : Insist.
Gottschalk, Louis, terj. Nugroho Notosusanto, 1975, Mengerti Sejarah, Yayasan Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.
Greets, C, 1976, Involusi Pertanian, Bhratara: Jakarta.
Kartodidrjo, Sartono & Djoko Suryo. 1991. Sejarah Perkebunan Di Indonesia : Kajian Sosial Ekonomi. Aditya Media: Yogyakarta.
____, 1977, Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500-1900 dari Emporium sampai Imperium; Gramedia Jakarta.
Kartodidrjo, Sartono, 1972, Kolonialisme dan Nasionalisme di Indonesia pada abad 19 dan 20, Lembaran Sejarah UGM: Yogyakarta.
Kartodirdjo, Sartono, dkk., 1976, Sejarah Nasional Indonesia IV; Debdikbud, Grafitas: Jakarta.
Koentjaraningrat, 1979, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Jakarta; Djambatan.
_____,1983. Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia: Jakarta.
Moedjanto,G., 1987, Indonesia Abad ke-20, Jilid I; Kanisius; Yogyakarta
Pranoto, Suhartono. W, 2010, Teori dan Metodologi Sejarah, cet.1, Graha Ilmu: Yogyakarta.
Ricklefs, M.C., 1999, Sejarah Indonesi Modern, Yogyakarta, Gajam Mada University Press.
Sardiman, AM, 2004, Memahami Sejarah, Bilgraf Publishing: Bandung.
Sjamsuddin, Helius, 2007, Metodologi Sejarah, Ombak: Yogyakarta.
Sulasman, 2004, Metodologi Penelitian Sejarah; teori, medode, contoh aplikasi, Pustaka Setia: Bandung.
Wasino, 2008, Berjuang Menjadi Wirausahawan: Sejarah kehidupan kapitalis bumiputra Indonesia, Semarang, Universitas Negeri Semarang Press.
Published
2018-06-30
Abstract viewed = 3782 times
PDF downloaded = 6347 times