Nilai Aksiologi dan Strategi Legitimasi dalam Wacana Kebijakan Ekonomi di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.37630/jpb.v16i2.3901Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Nilai Aksiologi, Wacana Kebijakan Ekonomi, Strategi Legitimasi, Pidato Menteri KeuanganAbstract
Penelitian ini mengkaji pembentukan nilai-nilai dalam wacana kebijakan ekonomi melalui analisis kritis pidato Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Great Lecture “Transformasi Ekonomi Nasional: Pertumbuhan Inklusif Menuju 8%” (11 September 2025). Dengan menggabungkan Analisis Wacana Kritis model Fairclough dan kajian nilai (aksiologi), penelitian ini menganalisis tiga tingkat kajian, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga nilai utama yang saling berinteraksi. Pertama, nilai pragmatis-instrumental, yang menekankan efisiensi, target terukur, dan pemanfaatan teknologi sebagai dasar kebijakan. Kedua, nilai etika sosial, yang tampak dalam penekanan pada inklusivitas, keadilan distribusi, dan pemerataan kesempatan. Ketiga, nilai estetika komunikatif, yang membingkai kebijakan teknis dalam bentuk narasi visioner untuk membangun rasa kebersamaan publik. Analisis menunjukkan bahwa ketiga nilai tersebut berfungsi membangun legitimasi kebijakan: nilai pragmatis memberikan kesan kredibilitas teknis, nilai etika sosial memberikan pembenaran moral, dan nilai estetika menciptakan keterikatan emosional dengan publik. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya potensi kesenjangan antara nilai-nilai yang dikonstruksikan dalam wacana dan pelaksanaan kebijakan di lapangan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pengawasan kritis terhadap hubungan antara janji wacana kebijakan dan implementasinya secara nyata.
References
Anber, M. M. (2023). Metaphor in political discourse. Journal of Tikrit University for Humanities, 30(12), 336–345. https://doi.org/10.25130/jtuh.30.12.2.2023.28
Butler, R. (Ed.). (2024). Political discourse analysis: Legitimisation strategies in crisis and conflict. Edinburgh University Press. https://doi.org/10.1515/9781399523202
Davis, L. S., & Knauss, M. (2013). The moral consequences of economic growth: An empirical investigation. The Journal of Socio-Economics, 42, 43–50. https://doi.org/10.1016/j.socec.2012.11.007
Enke, B. (2024). Morality and political economy from the vantage point of economics. PNAS Nexus, 3, pgae309. https://doi.org/10.1093/pnasnexus/pgae309
Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.
Gabel, S. G. (2023). Economic justice. In A human rights-based approach to justice in social work practice (pp. 123–136). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780197570647.003.0010
Hakimah, Y. (2025). Monetary and fiscal policy: Drivers of stability in developing economies. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 13(1), 1–10. https://doi.org/10.29210/1135100
Hatherell, M., & Welsh, A. (2021). The technocratic national narrative in Indonesia. In The struggle for the national narrative in Indonesia (pp. 25–52). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-16-3862-8_2
Hoggan, C. (2024). Metaphors of transformation: Revealing and concealing [Editorial]. Journal of Transformative Education, 22(3), 223–228. https://doi.org/10.1177/15413446241259057
Knoepfel, P., Larrue, C., Varone, F., & Hill, M. (2022). Introduction. In Public policy analysis (pp. 1–17). Policy Press.
Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphors we live by. University of Chicago Press.
Listiana, Y., Yumame, J., & Pugu, M. (2025). Public policy implementation: Challenges and solutions in achieving people’s welfare. MorFAI Journal, 5(1), 442–445. https://doi.org/10.54443/morfai.v5i1.2642
Masduki. (2020). Blunders of government communication: The political economy of COVID-19 communication policy in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(2), 97–111. https://doi.org/10.22146/jsp.57389
Pešić, M. (2022). Critical discourse analysis as a critical social study: Norman Fairclough’s approach. Politička Revija, 74(4). https://doi.org/10.22182/pr.7442022.4
Suhardi, & Salamah. (2025). Bahasa sebagai alat hegemoni: Studi literatur tentang wacana media. Journal Media Public Relations, 5(1), Article 8. https://doi.org/10.47233/jmpr.v5i1.1756
Udris-Borodavko, N., Oliinyk, V., Bozhko, T., Budnyk, A., & Hordiichuk, Y. (2023). Aesthetics and semiotics in 21st century visual communications: Pedagogical and sociocultural aspects. Research Journal in Advanced Humanities, 4(4). https://doi.org/10.58256/rjah.v4i4.1144
Wicaksana, I. G. W. (2021). Economic nationalism for political legitimacy in Indonesia. Journal of International Relations and Development, 24, 27–50. https://doi.org/10.1057/s41268-019-00195-3
Yin, R. K. (2017). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wida Mulyanti, Syihabuddin Syihabuddin, Mahardhika Zifana, Mely Rizki Suryanita, Rony Wirachman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
- Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam Jurnal Pendidikan Bahasa yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Principle Contact.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
- Semua Informasi yang terdapat di Jurnal Pendidikan Bahasa bersifat akademik. Jurnal Pendidikan Bahasa tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.








