Nilai Filsafat Pendidikan dalam Tradisi Nyadran dan Siraman Sedudo
DOI:
https://doi.org/10.37630/jpb.v16i2.4371Keywords:
Nyadran, Siraman Sedudo, Nilai FilsafatAbstract
Nyadran dan Siraman Sedudo adalah tradisi budaya Jawa yang mengakar kuat di Kabupaten Nganjuk, berfungsi sebagai wujud syukur, penghormatan leluhur, dan tolak bala. Siraman Sedudo dilakukan di Air Terjun Sedudo setiap bulan Suro, sedangkan Nyadran berfokus pada ziarah makam leluhur di bulan Ruwah dalam bulan Jawa. Siraman Sedudo dilaksanakan setiap bulan Suro (Tahun Baru Jawa), tepatnya tanggal 1 Suro atau 15 Suro di Air Terjun Sedudo, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Adapun prosesinya diawali dengan ritual pengambilan air suci, kirab pusaka, tari Bedaya Amek Tirta, dan diakhiri dengan mandi bersama. Makna ritual tersebut diyakini sebagai ritual penyucian diri (ruwat bumi) sebagai tolak bala, serta akan membawa keberkahan dalam hidup serta keberuntungan dan bagi siapa saja yang mandi di bawah Air Terjun Sedudo, maka hidup lebih awet muda. Air Terjun Sedudo memiliki daya tarik tersendiri untuk wisata budaya dan kebanggaan bagi masyarakat kabupaten Nganjuk, selain itu di wilayah Nganjuk juga ada tradisi dan budaya Nyadran yang memiliki konsep tradisi ziarah kubur di laksanaknan secara bersama - sama oleh Masyarakat Desa Ngliman, pada bulan Sya'ban atau Ruwah. Nyadran di lakukan sudah turun-temurun adapun bentuk Kegiatanya Yaitu Membersihkan makam leluhur, doa bersama, dan kenduri (makan bersama). Hal ini memiliki nilai wujud penghormatan, pelestarian budaya, serta memperkuat gotong royong. Keduanya adalah warisan budaya yang menyatu dengan spiritualitas masyarakat Nganjuk, yang memadukan kepercayaan lokal dengan ajaran Islam.
References
Anggraini, A. D. F. (2022). Sakralitas ritual upacara Siraman Sedudo (Studi di Desa Ngliman Sawahan Kabupaten Nganjuk) (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Indonesia.
Ardiyanti, N. (2016). Makna simbolik jenang dalam tradisi Jawa. Jurnal Kebudayaan Jawa, 4(2), 11-18.
Arif, A. M. (2020). Perspektif teori sosial Emile Durkheim dalam sosiologi pendidikan. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(2), 1-14. https://doi.org/10.24239/moderasi.vol1.iss2.28
Assidiqi, M. (2020). Nilai filosofis Jenang Sengkala dalam tradisi ritual Jawa. Jurnal Bahasa dan Budaya Nusantara, 6(1), 12-19.
Bakker, A., & Zubair, A. C. (2013). Metodologi penelitian filsafat. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.
Bakker, J. W. M. (1998). Filsafat kebudayaan: Sebuah pengantar. Yogyakarta, Indonesia: Kanisius.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia (4th ed.). Jakarta, Indonesia: Gramedia.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. (2016). Pesona wisata Nganjuk. Surabaya, Indonesia: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Endraswara, S. (2013). Folklor Nusantara: Hakikat, bentuk, dan fungsi. Yogyakarta, Indonesia: Ombak.
Endraswara, S. (2017). Metodologi penelitian folklor. Yogyakarta, Indonesia: Media Pressindo.
Eva, M. (2021). Makna simbolik dan fungsi tarian Mpa’a Manca (Studi di Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima) (Skripsi). Universitas Mataram, Mataram, Indonesia.
Falah, M. F. (2021). Tradisi Siraman Sedudo di Desa Ngliman Kabupaten Nganjuk ditinjau dari teori kebudayaan C. A. Van Peursen (Skripsi). Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.
Gunawan, I. (2013). Metode penelitian kualitatif. Jakarta, Indonesia: Bumi Aksara.
Harmadi. (2017). Babad Anjuk Ladang menguak tabir sejarah Nganjuk. Nganjuk, Indonesia: Ulul Albab.
Herimintadji. (1993). Nganjuk dan sejarahnya. Nganjuk, Indonesia: Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Jatmiko, A., dkk. (2020). Ritual siraman satu Suro di Air Terjun Sedudo 1992-2018. Jurnal Universitas Negeri Jember.
Kaelan. (2012). Metode penelitian kualitatif. Yogyakarta, Indonesia: Paramadina.
Koentjaraningrat. (1979). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta, Indonesia: Aksara Baru.
Koentjaraningrat. (1993). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama.
Koentjaraningrat. (2005). Pengantar antropologi I. Jakarta, Indonesia: Rineka Cipta.
Kusuma, S. N., Susilowati, U., & Widodo, H. W. (2018). Makna dan keterkaitan antarmantra dalam upacara Siraman Air Sedudo masyarakat Nganjuk. Jalabahasa, 14(1), 111-122.
Kutanegara. (2014). Membangun masyarakat Indonesia peduli lingkungan. Yogyakarta, Indonesia: Universitas Gadjah Mada.
Lesing, Y. (2019). Solidaritas sosial masyarakat dalam tradisi “Wero Mata” (Upacara kematian) di Desa Wae Codi Kecamatan Cibal Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 4(2), 30-36.
Liliweri, A. (2014). Pengantar studi kebudayaan. Bandung, Indonesia: Nusa Media.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru (T. R. Rohidi, Trans.). Jakarta, Indonesia: UI Press.
Moertopo, A. (1978). Strategi kebudayaan. Jakarta, Indonesia: Yayasan Proklamasi Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Moleong, L. J. (1989). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung, Indonesia: Remadja Karya.
Onwuegbuzie, A. J., & Weinbaum, R. K. (2016). Mapping Miles and Huberman’s within-case and cross-case analysis methods onto the literature review process. Journal of Educational Issues, 2(1), 265-288. https://doi.org/10.5296/jei.v2i1.8935
Padmasana, G. F. (2016). Dampak sosial ekonomi pengembangan objek wisata alam Air Terjun Sedudo (Skripsi). Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia.
Prasta Delima, I. (2019). Bentuk dan fungsi Tari Maeswara Swatantra Anjuk Ladang (Skripsi). Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakarta, Surakarta, Indonesia.
Ranjabar, J. (2006). Sistem sosial budaya Indonesia: Suatu pengantar. Bogor, Indonesia: Ghalia Indonesia.
Septianingrum, D. (2015). Simbolisme angka dalam tradisi Jawa. Jurnal Kajian Budaya, 3(1), 7-13.
Subehti, R. (2013). Makna simbolik pisang raja dalam upacara tradisional Jawa. Jurnal Seni dan Tradisi, 2(1), 7-12.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Umaroh Farida, Anas Ahmadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
- Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam Jurnal Pendidikan Bahasa yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Principle Contact.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
- Semua Informasi yang terdapat di Jurnal Pendidikan Bahasa bersifat akademik. Jurnal Pendidikan Bahasa tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.








