Changes in the Traditional Ceremony of Mesiwah Pare to Mesiwah Pare Gumboh Dayak Deah, Liyu Village, Halong District, Balangan Regency, South Kalimantan
DOI:
https://doi.org/10.37630/jpi.v15i3.2874Keywords:
Mesiwah Pare, Dayak Deah, Traditional Rituals, CommercializationAbstract
This study examines the transformation of the traditional Mesiwah Pare ritual into Mesiwah Pare Gumboh among the Dayak Deah community in Liyu Village, South Kalimantan. Using a descriptive qualitative approach, the research identifies significant impacts across three main dimensions: social, cultural, and economic. Socially, the ritual shifted from a kinship-based practice to a more structured collective celebration, fostering public solidarity while reducing the intimate familial role of individual farmers. Culturally, the integration of performing arts and festival formats has created a duality between preserving cultural identity and the potential erosion of sacred values. Economically, the ritual transitioned from a self-funded tradition to an event supported by sponsorships and government programs, opening local economic opportunities but raising concerns over cultural commodification. These findings highlight that cultural adaptation can strengthen community participation and promote local heritage, though it still requires careful strategies to preserve spiritual values amid modernization.
Downloads
References
Adawiyah, R., & Muchamad, B. N. (2023). Pusat Kebudayaan Dayak Di Tabalong. Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Lanting, 12(2), 51–66. https://doi.org/10.20527/jtamlanting.v12i2.1877
ANTARA Kalsel. (2019). Keragaman tradisi Dayak Deah di Mesiwah Pare Gumboh. https://kalsel.antaranews.com/berita/111734/keragaman-tradisi-dayak-deah-di-mesiwah-pare-gumboh
Aptasari, F. W., Falah, M. H., & Akbar, M. M. (2024). Transformasi ritual adat: Dari pelestarian budaya ke komoditas ekonomi. Journal of Economics Research and Policy Studies, 4(3), 378–395.
Bahri, S. (2017). Pengembangan Kurikulum Dasar dan Tujuannya. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 11(1), 15–34.
Bungas, Lerry. (2012). Makna Ritual “Nyadiri” Bagi Kehidupan Suku Dayak Ngaju. Tesis. Magister Sosiologi Agama Program Pascasarjana FTEO-UKSW.
Davis, Kingsley. (1949). Human Society. New York: The Macmillan Company.
Fusnika, F., Hartini, A., & Cahyati, M. A. (2022). IMPLEMENTASI NILAI GOTONG ROYONG DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT (Studi Kasus Kegiatan Kerja Bakti Di RT/RW:009/002 Dusun Keladan Tunggal Desa Mertiguna Kecamatan Sintang). JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(1), 15–28. https://doi.org/10.31932/jpk.v7i1.1628
Hartatik. (2017). Jejak Budaya Dayak Meratus Dalam Perspektif Etnoreligi. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Hasibuan, L., Anwar Us, K., & Nazirwan, N. (2021). Pendidikan dan Perubahan Kebudayaan Transmisi Budaya dan Perkembangan Institusi Pendidikan. Jurnal Literasiologi, 5(2). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v5i2.220
Hekmatyar, V., & Adinugraha, A. G. (2021). Ancaman Keberfungsian Sosial Pada Masyarakat Di Dalam Kawasan Konservasi: Studi Kasus Desa Ranupani Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 7(1), 28–41. https://doi.org/10.31292/bhumi.v7i1.464
IPB University. (2023). Dukung Ketahanan Pangan, Program OVOC IPB University Lestarikan Budaya Melatu Wini di Desa Liyu. https://www.ipb.ac.id/news/index/2023/12/dukung-ketahanan-pangan-program-ovoc-ipb-university-lestarikan-budaya-melatu-wini-di-desa-liyu/
Kustedja, E. V. B., & Melvyn Zaafir, K. (2024). Transformasi Tari Piring: Dari Ekspresi Religius ke Komoditas Ekonomi. Focus, 5(1), 67–78. https://doi.org/10.26593/focus.v5i1.8028
Koentjaraningrat. (1985). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Komariah, A. & Satori, D. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Mansyur & Mattiro, S. (2015). Potensi Kesenian Adat Istiadat Budaya Suku Dayak Lembah Maratus, Kotabaru. In Repo Dosen Ulm (Vol. 22, Issue 2). https://repo-dosen.ulm.ac.id/bitstream/handle/123456789/21673/LAP AKHIR DAYAK MERATUS_KTBR.pdf?sequence=1
Miles, M. B., & Huberman, A.M. (1984). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia.
Radar Banjarmasin. (2023). Suku Dayak Deah Lakukan Ritual Melatu Wini, Supaya Benih Padi Mengembara. https://radarbanjarmasin.jawapos.com/feature/1973351841/suku-dayak-deah-balangan-lakukan-ritual-melatu-wini-supaya-benih-padi-mengembara
Rijali, A. (2019). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95.
Riwut, Tjilik. (1993). Kalimantan Membangun Alam dan Kebudayaan. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya.
Saputri, A. D., & Solina, E. (2023). Perubahan Prosesi Pernikahan Adat Melayu di Kabupaten Lingga. Sosiologia : Jurnal Agama Dan Masyarakat, April, 122–138.
Sari, M. S., & Zefri, M. (2019). Pengaruh Akuntabilitas, Pengetahuan, dan Pengalaman Pegawai Negeri Sipil Beserta Kelompok Masyarakat (Pokmas) Terhadap Kualitas Pengelola Dana Kelurahan Di Lingkungan Kecamatan Langkapura. Jurnal Ekonomi, 21(3), 311.
Suwardi Endraswara. (2003). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Syapsan, Basri, S., & Ilyas, E. (2010). Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang Provinsi Riau. In Jurnal Ekonomi (Vol. 18, Issue 2, pp. 17–22). https://media.neliti.com/media/publications/8794-ID-perubahan-sosial-masyarakat-pasca-pembangunan-pembangkit-listrik-tenaga-air-plta.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL PENDIDIKAN IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
- Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam Jurnal Pendidikan IPS yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Principle Contact.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
- Semua Informasi yang terdapat di Jurnal Pendidikan IPS bersifat akademik. Jurnal Pendidikan IPS tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.











