The Ogoh-Ogoh Tradition in Maju Sejahtera Village, Karang Bintang Subdistrict, Tanah Bumbu Regency (1985–2024)
DOI:
https://doi.org/10.37630/jpi.v15i3.3027Keywords:
Ogoh-Ogoh, Meaning, Balinese Culture, Transmigration, STT Vasudhaiva KutumbakamAbstract
The ogoh-ogoh tradition, originally rooted in Balinese Hindu culture, has also developed in transmigration areas such as Dusun 2, Maju Sejahtera Village, Karang Bintang Subdistrict, Tanah Bumbu Regency. This study addresses two main questions: how the ogoh-ogoh tradition was introduced into a transmigrant community, and how local residents interpret its meaning. Positioned to fill a gap in existing research, this study explores how Balinese Hindu traditions adapt outside of Bali. Using historical methods, the research follows four stages: heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through interviews with ten key informants and field documentation. Findings show that ogoh-ogoh has been practiced since 1985 and has evolved in form, meaning, and participation—especially among youth organized under STT Vasudhaiva Kutumbakam. The ogoh-ogoh is viewed not only as a symbolic figure to drive away negative forces before Nyepi, but also as a medium for cultural expression, social solidarity, and community identity among Hindus in migration settings. This study demonstrates that tradition can adapt to new environments without losing its core essence. The results of this study are important for strengthening Balinese cultural identity in transmigrant areas. Future research may further explore interreligious relations and the transformation of cultural values through digital and social media.
Downloads
References
Amitasari, N., Prawitasari, M., & Akmal, H. (2021). Potret Kehidupan Masyarakat Transmigran Bali di Desa Sumber Makmur Kecamatan Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Prabayaksa: Journal of History Education, 1(1), 1–7. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/pby/article/view/3086
Ariyoga, I. N. (2021). Peranan Organisasi Sekaa Teruna Teruni Sebagai Media Komunikasi Kepemudaan Hindu. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2 (2-3), 113–121. https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/ganaya/article/view/393
Bagus, I., & Subawa, G. (2024). Agama Hindu dan Budaya Bali : Warisan Luhur dalam Kehidupan Modern. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7, 104–113.
Gateri, N. W. (2021). Makna Hari Raya Nyepi Sebagai Peningkatan Spiritual. Tampung Penyang: Jurnal Ilmu Agama Dan Budaya Hindu, 19(2), 150–162. https://www.ejournal.iahntp.ac.id/index.php/tampung-penyang/article/view/756
Hadi, A. (2002). Eksistensi Desa Adat dan Kelembagaan Lokal: Kasus Bali. Jurnal: Yayasan Agribisnis Pusat Pengembangan Masyarakat Agrikarya (PPMA). https://kedesa.id/wp-content/uploads/2016/02/35-DESA-ADAT-BALI.pdf
Herlina, N. (2020). Metode sejarah. In Satya Historika (Vol. 110, Issue 9). http://digilib.isi.ac.id/6127/2/Pages from Metode Sejarah Revisi Akhir 2020.pdf
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi (Cetakan Ke). Rineka Cipta.
Muamalah, M., Pratiwi, R., … R. N.-J. of E., & 2023, U. (2023). Tradisi Ogoh-Ogoh untuk Mewujudkan Kerukunan Antarumat Hindu dan Islam. Journal of Education Research, 4 (1), 276–282. https://www.jer.or.id/index.php/jer/article/view/120
Mulyadi, M. (2020). Partisipasi Masyarakat Dalam Penanganan Penyebaran Covid-19. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, XII(8), 13–18.
Noviasi, N. K. P., Waleleng, G. J., & Tampi, J. R. (2015). Fungsi Banjar Adat dalam Kehidupan Masyarakat Etnis Bali di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara. Acta Diurna Komunikasi, 4(3). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurnakomunikasi/article/view/8289
Prawitasari, M., Nuraida, L., & Mansyur, M. (2021). Peran Masyarakat Dusun Batantangan Pada Masa Revolusi Fisik Di Kalimantan Selatan. Prabayaksa: Journal of History Education, 2(1), 23–32.
Primasuta, O. P., Made Suweta, I., Made, I., Giri, A., Tinggi, S., Hindu, A., Mpu, N., & Singaraja, K. (2024). Rekonstruksi Nilai Pada Ogoh–Ogoh Suatu Kajian Edukasi Religi Di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Maha Widya Bhuwana: Jurnal Pendidikan, Agama Dan Budaya, 7(1). https://journal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/bhuwana/article/download/343/220
Sudirana, I. W. (2019). Tradisi Versus Modern: Diskursus Pemahaman Istilah Tradisi dan Modern di Indonesia. Mudra Jurnal Seni Budaya, 34(1), 127–135. https://doi.org/10.31091/mudra.v34i1.647
Suhardi, U., Danayasa, W., Biasa, I. M., Budha, I. W., & Adam, M. B. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Sosial Keagamaan Pada Rangkaian Perayaan Hari Raya Nyepi Di Dki Jakarta Timur. WIDYALAYA: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 147–159.
Wahidah, M. N., Putro, H. P. N., Syaharuddin, S., Prawitasari, M., Anis, Mohamad Z. A., & Susanto, H. (2021). Dinamika Pendidikan Dasar Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin (1986-2019). PAKIS (Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial), 1(1). https://doi.org/10.20527/pakis.v1i1.3186
Widana, I. G. K. (2016). Ogoh-Ogoh: Kapitalisasi Religi Di Tataran Materi (I. G. Pariadnya (ed.); Pertama). Pustaka Bali Post.
Widnyani, N. (2012). Ogoh-Ogoh: Fungsi dan Perannya di Masyarakat dalam Mewujudkan Generasi Emas Umat Hindu. Penerbit Paramita.
Yusuf, M. & Azisi, A. M. (2020). Bhuta Yadna Sebagai Ajang Pelestarian Alam Di Bali. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 16(1). https://doi.org/10.14421/rejusta.2020.1601-07
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JURNAL PENDIDIKAN IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
- Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam Jurnal Pendidikan IPS yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Principle Contact.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
- Semua Informasi yang terdapat di Jurnal Pendidikan IPS bersifat akademik. Jurnal Pendidikan IPS tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.











