The Kempalan Community of Jogja Family South Kalimantan (KEJOGJA Kal-Sel) in Maintaining Yogyakarta Gagrak Karawitan Gamelan Art in Banjarbaru City
DOI:
https://doi.org/10.37630/jpi.v15i3.3482Keywords:
Community, Karawitan Art, Javanese Culture ValuesAbstract
This research is motivated by concerns about the fading of Javanese cultural identity and nostalgia for their hometown, prompting them to strive to preserve their culture in a multicultural diaspora. The method used in this research is qualitative-descriptive. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The research location is at the Pendopo Budaya Banjarbaru, which serves as the center for art and culture activities in Loktabat Utara Village, Banjarbaru North District, Banjarbaru City. The results show that the Kempalan Community of Jogja Family South Kalimantan (KEJOGJA Kal-Sel) successfully received a grant for a set of Yogyakarta gamelan from the DIY Palace as the main means of preserving karawitan art. The Bhinneka Tunggal Laras karawitan group, which is under the auspices of this association, is actively conducting rehearsals and performances, particularly involving the younger generation across ethnic groups. The values of Javanese culture such as guyub (harmony), grapyak semanah (friendliness), lembah manah (humility), unggah-ungguh (etiquette), ewuh pakewuh (mutual respect), srawung (gathering, interacting), and mutual cooperation are implemented in social interactions and ethics in these activities. It can be concluded from this study that the migrant community is able to preserve Javanese culture in a relevant and active way in a new environment. One way is by participating in cultural festivals and art exhibitions to preserve the culture while also introducing it to the wider community.
Downloads
References
Anwar, R. (2023). Perantauan Yogyakarta di Kalsel Bahagia Peroleh Gamelan dari Sultan. https://rri.co.id. (Diakses pada 2 Mei 2025 pukul 10.50).
Aufa, N., & Anhar, P. (2012). Studi Tata Ruang Kota Rancangan Van Der Pijl Kasus: Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Tataloka, 14(2), 142-155. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/tataloka/article/view/297
Aziz, F. (2018). Instrument Musik pada Masa Kerajaan Majapahit. Avatara: e-Journal Pendidikan Sejarah, 6(1), 52-63. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/225152
Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru. (2024). Kota Banjarbaru dalam Angka 2024.
Isfak, M. A., & Setyawan, B. W. (2022). Representasi Bahasa Jawa Krama sebagai Bahasa yang Melambangkan Tindak Kesopanan. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra, 9(2), 101-107. https://doi.org/10.30595/mtf.v9i2.13969
Istiana, Haryati, E., Khairuddin, H. A. D., Fachrian , A., Syafrizaldi, Aini, F. I. R., Syahputra, R., & Parinduri, A. (2021). Psikologi Lintas Budaya dalam Tradisi Nusantara. Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Nurhayati, D. U. (2019). Gagasan Ki Hajar Dewantara Tentang Kesenian dan Pendidikan Musik di Tamansiswa Yogyakarta. Promusika: Jurnal Pengkajian, Penyajian dan Penciptaan Musik, 7(1), 11-19. https://doi.org/10.24821/promusika.v7i1.3165
Purnama, Y. (2015). Peranan Sanggar dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Betawi. Patanjala, 7(3), 461-476. http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v7i3.112
Puspaningrum, S. D., Kusuma, A. F. W., Husna, S. S. D., Fitriyani, A., Najwa, S. S., Agritya, L. B., Novalinda, P., & Putri, I. C. M. (2024). Pemertahanan Nilai-Nilai Budaya Jawa di Era Meluasnya Budaya Asin saat ini, Studi Kasus pada Gen Z dan Mahasiswa UNNES. Jurnal Kultur, 3(2), 210-220. https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/kultur/article/view/861
Putri, R. M., Angelica, I. U., Wahyuningtyas, F., Cahyadi, H., Sunde, Y. O., Amanullah, N. A., Ramadhava, N., & Cahya, H. A. (2023). Analisis Musik Karawitan Jawa dan Lirik Tembang Jawa Macapat. Jurnal Kultur, 2(1), 54-62. https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/kultur/article/view/571
Risnandar. (2018). Pelarasan Gamelan Jawa. Dewaruci, 13(2), 98-113. http://dx.doi.org/10.33153/dewaruci.v13i2.2508
Setiawan, K. E. P. (2019). Maguti (Kajian Simbolisme Budaya Jawa). Cirebon: Eduvision.
Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2015). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Verrysaputro, E. A., Ayu, K. R., & Fuaddah, A. (2025). Pelatihan Gamelan Jawa di Sanggar Seni Larasati, Padamara, Purbalingga: Upaya Pelestarian Seni dan Peningkatan Citra Diri. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI), 4(6), 875-881. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3184
Wulandari, S. F., Harsono, G. W., Khoiriah, N., Lestari, A. D., & Rahayu, T. P. (2023). Menggali Filosofi Budaya Jawa di Balik Kuliner dan Kesenian Tradisional Desa Kenalan. Bantul: Jejak Pustaka.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aulia Pratika, Melisa Prawitasari, Sriwati Sriwati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
- Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam Jurnal Pendidikan IPS yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Principle Contact.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensiĀ Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
- Semua Informasi yang terdapat di Jurnal Pendidikan IPS bersifat akademik. Jurnal Pendidikan IPS tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.











