Pemanfaatan Museum Loka Budaya Sebagai Sumber Belajar Kontekstual pada Mata Kuliah Sejarah dan Usaha Pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Cenderawasih

Authors

  • Megiridha Loppies Universitas Cenderawasih
  • Muhammad Aqil Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v15i4.3591

Keywords:

Museum Loka Budaya, Pembelajaran Sejarah, Pariwisata Budaya, Sumber Belajar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya inovasi dalam pembelajaran di perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada teks tetapi juga dapat memanfaatkan sumber belajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Museum sebagai lembaga pelestari warisan budaya sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar yang dapat mendukung capaian pembelajaran pada mata kuliah sejarah dan usaha pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Cenderawasih. Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (UNCEN) merupakah salah satu museum pendidikan tertua di Tanah Papua yang menyimpan koleksi benda-benda Etnografi dan Sejarah Lokal yang merepresentasikan keragaman budaya serta dinamika masyarakat Papua. Namun demikian, pemanfaatannya sebagai sumber belajar di lingkungan akademik masih belum optimal atau cenderung sporadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan budaya lokal Papua pada museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih sebagai sumber belajar mata kuliah Sejarah dan Usaha Pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Cenderawasih. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung ke museum, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran di museum. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan triangulasi sumber untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemanfaatan situs budaya lokal Papua pada Museum Loka Budaya UNCEN telah dilakukan melalui kegiatan kunjungan lapangan, observasi koleksi, penyusunan laporan dan pembuatan video wisata edukatif berbasis budaya lokal. Koleksi museum yang mencakup artefak arkeologi, benda-benda upacara tradisional, alat-alat musik, mas kawin serta benda-benda peralatan hidup masyarakat Papua terbukti relevan dengan kompetensi mata kuliah sejarah dan usaha pariwisata yang menekankan keterpaduan antara aspek historis dan potensi wisata budaya Papua. Pembelajaran di museum memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa, menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya lokal, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam merancang produk-produk wisata berbasis sejarah budaya lokal. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan akses ke sumber referensi lokal yang memadai, namun dapat diatasi dengan penggunaan sumber-sumber sekunder dari buku maupun jurnal ilmiah yang relevan dengan materi pada pembelajaran tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Aziz, N. A., Mohd Ariffin, N. F., Ismail, N. A., & Alias, A. (2020). The Non-formal Education Initiative of Living Heritage Conservation for the Community towards Sustainable Development. Asian Journal of Quality of Life, 5(18), 43–56. https://doi.org/10.21834/ajqol.v5i18.205

Achille, C., & Fiorillo, F. (2022). Teaching and Learning of Cultural Heritage: Engaging Education, Professional Training, and Experimental Activities. Heritage, 5(3), 2565–2593. https://doi.org/10.3390/heritage5030134

AL-Ulum, M. R., & Wahab. (2025). Membangun Keterampilan Abad 21 pada PAI dengan Pembelajaran Kolaboratif dan Pemikiran Kritis. Jurnal Inovasi, Evaluasi, dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP), 5(1), 74–82.

Asy’ari, F. H., & Rejekiningsih, T. (2022). Memperkuat Identitas Nasional di Abad 21 Melalui Pembelajaran Sejarah.

Belal, M., Nizar, N., Abd El Wareth, U., & Ahemd Soliman, F. (2021). Museum Techniques for Educational Tourism Visitors. International Journal of Eco-Cultural Tourism, Hospitality Planning and Development, 4(1), 49–71. https://doi.org/10.21608/ijecth.2021.187029

De Kluis, T., Romp, S., & Land-Zandstra, A. M. (2024). Science museum educators’ views on object-based learning: The perceived importance of authenticity and touch. Public Understanding of Science, 33(3), 325–342. https://doi.org/10.1177/09636625231202617

Firdaus, D. W. (2019). Pemanfaatan Situs Astana Gede Sebagai Sumber Belajar Untuk Mengembangkan Kesadaran Sejarah Lokal Mahasiswa. Jurnal Bihari: Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah, 2(1).

Leluni, S., Susanto, Y., & Arianti, S. (2025). Pemanfaatan Situs Cagar Budaya Singa Ngenuh sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa di Kelas XI SMK N 1 Gunung Timang. 1(7), 11–18.

Lévesque, S. (2008). Thinking Historically: Educating Students for the Twenty-first Century. University of Toronto Press.

Loppies, M. (2024). Napak Tilas Peninggalan Kolonial di Kota Jayapura: Strategi Memperkuat Kesadaran Sejarah Pada Generasi Muda. 1(1), 17–24.

Loppies, M., Kulyasin, & Ayesma, P. (2024). The Effectiveness of Contextual Problem Based Learning Model and Personality Types on Students History Learning Outcomes. Thinking Skills and Creativity Journal, 7(1), 42–49. https://doi.org/10.23887/tscj.v7i1.78858

Miles, Matthew. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis (2nd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Molina-Torres, M.-P. (2021). Eco-Didactic Project for the Knowledge of a Community Museum. Sustainability, 13(7), 3918. https://doi.org/10.3390/su13073918

Nurdiansyah, N. (2021). Pemanfaatan Sejarah Lokal Kerajaan Siak sebagai Sumber Belajar untuk Mengembangkan Kesadaran Sejarah Siswa. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 4(2), 518–526. https://doi.org/10.30605/jsgp.4.2.2021.1341

Orphanidou, Y., Efthymiou, L., & Panayiotou, G. (2024). Cultural Heritage for Sustainable Education Amidst Digitalisation. Sustainability, 16(4), 1540. https://doi.org/10.3390/su16041540

Putri, V. O., & Pratiwi, W. D. (2021). Heritage Tourism Development Strategy in Sekanak Market Area of Palembang City. ASEAN Journal on Hospitality and Tourism, 19(1), 30–43. https://doi.org/10.5614/ajht.2021.19.1.03

Sulistyo, W. D. (2019). Study on Historical Sites: Pemanfaatan Situs Sejarah Masa Kolonial di Kota Batu sebagai sumber pembelajaran berbasis outdoor Learning. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 1(2), 124. https://doi.org/10.29300/ijsse.v1i2.1910

Timothy, J. D., & Nyaupane, Gyan. P. (2009). Cultural Heritage and Tourism in the Developing World: A Regional Perspective. Routledge & CRC Press. https://www.routledge.com/Cultural-Heritage-and-Tourism-in-the-Developing-World-A-Regional-Perspective/Timothy-Nyaupane/p/book/9780415776226

Tolla, M. (2009). Gelang Batu, Kapak Batu, Manik – Manik Dalam Suku Sentani Fungsi Praktis Dan Magis. Papua, 1(2), 109–120.

Wijaya, T., Alauwiyah, F., & Pahlevi, M. R. (2025). Pemanfaatan Museum Nasional Sebagai Sumber Belajar Bagi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI), 8(1), 42–60.

Wiyanarti, E., Supriatna, N., & Winarti, M. (2020). Pengembangan Sejarah Lokal Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Yang Kontekstual. FACTUM: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 9(1), 67–74. https://doi.org/10.17509/factum.v9i1.21666

Yonggom, A. D. (2022). Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih Sebagai Sumber Kebendaan Dalam Penulisan Sejarah Lokal Tradisional di Papua. NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan, 2(2), 72–86. https://doi.org/10.31957/noken.v2i2.1877

Downloads

Published

2025-12-05