Meaningfull Learning: Strategi Menumbuhkan Life Skills Siswa melalui Appreciative Inquiry dan Active Learning pada Pembelajaran IPS di SMP Negeri 25 Semarang

Authors

  • Yadi Suryadi Universitas Negeri Semarang
  • Aisyah Nur Sayidatun Nisa Universitas Negeri Semarang
  • Purnomo Adi Saputro Universitas Negeri Semarang
  • Sanita Carolina Sasea Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v15i4.3711

Keywords:

Meaningful Learning, Life Skills, Appreciative Inquiry, Active learning

Abstract

Meaningfull Learning sebagai konsep pembelajaran dalam kurikulum Deep Learning memberikan gambaran bahwa proses pembelajaran diharapkan mampu mengintegrasikan materi dengan pengalaman siswa yang diperoleh melalui kehiduapnnya. Dalam mengarungi kehidupannya, siswa perlu dibekali dengan pendidikan kecakapan hidup (Life Skills). Life Skills diperlukan dalam upaya membangun persiapan siswa menghadapi persaingan di abad ini. Life Skills dalam penelitian ini dikelompokan menjadi 5 bagian, yaitu: self awareness atau personal skills, thinking skills, social skills,  academic skills, dan vocational skills. Sebagai upaya menumbuhkan Life Skills pada siswa, dalam penelitian ini dilakukan melalui pembelajaran Appreciative inquiry dan active learning. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pembelajaran Appreciative inquiry dan active learning dalam menumbuhkan Life Skills siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran IPS di SMP Negeri 25 Kota Semarang telah efektif menciptakan Pembelajaran Bermakna melalui model Apresiatif inquiry learning, dan Active learning, dimana siswa mampu menghubungkan konsep materi dengan realitas kehidupannya. Hasilnya mengindikasikan keberhasilan dalam mengembangkan beragam Keterampilan Hidup, mencakup kemampuan berpikir kritis, sosial, pribadi, akademik, dan vokasional yang krusial untuk kesiapan abad ke-21.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, L., & Krathwohl, D. (2002). A Revision of Bloom ’ s Taxonomy : An Overview David R . Krathwohl. ReVision, 41(4), 212–218.

Andriyana, E. (2024). Jurnal Pendidikan dan Keluarga Jurnal Pendidikan dan Keluarga. Jurnal Konseling, 9(1), 54–67. https://doi.org/10.30829/alirsyad.v12i2i.15111

Ayun, Q., Hasasiyah, S. H., Subali, B., & Marwoto, P. (2020). Profil Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Smp Dalam Pembelajaran Ipa Pada Materi Tekanan Zat. JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains), 9(2), 1804–1811. https://doi.org/10.26740/jpps.v9n2.p1804-1811

Baharun, H. (2015). Penerapan Pembelajaran Active Learning Untuk Meningkatkan. Jurnal Pendidikan Pedagogik, 1(1), 38.

Bonwell, C. C., & Eison, J. A. (1991). Active Learning: Creating Excitement in the Classroom. 1991 ASHE-ERIC Higher Education Reports. In ASHE-ERIC Higher Education Report.

Diputera, A. M., Eza, G. N., Guru, P., Anak, P., Dini, U., Pendidikan, F. I., Medan, U. N., Kebidanan, A., & Husada, M. (2024). Memahami Konsep Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Yang Meaningful , Mindful dan Joyful : Kajian Melalui Filsafat Pendidikan. 10(2), 108–120.

Fiantika, F. R., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, Mashudi, I., Hasanah, N., Maharani, A., Ambarwati, K., Noflidaputri, R., Nuryami, & Waris, L. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif. In Rake Sarasin (Issue March). https://scholar.google.com/citations?user=O-B3eJYAAAAJ&hl=en

Hakim, A. rahman, Sulistiawati, & Arifin, S. (2018). Hubungan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa kelas VIII MTsN Ngemplak Boyolali. Jurnal Teorema: Teori Dan Riset Matematika, 3(2), 165–176.

Jiang, R. (2022). and promoting deep learning in language education : A survey on chinese college students ’ deep learning in the online EFL teaching context. 1–18.

Kumara, A. (2004). Model Pembelajaran “Active Learning” Mata Pelajaran SAINS Tingkat SD Kota Yogyakarta Sebagai Upaya Peningkatan “Life Skills.” Jurnal Psikologi, 31(2), 63–91. https://journal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7060/5512%0Ahttps://journal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7060

Mystakidis, S. (2021). Deep Meaningful Learning. 988–997.

Rahma, U. H., Hadi, C., & Alfian, I. N. (2021). Appreciative Inquiry Untuk Meningkatkan Sense of Community dan Partisipasi Pada Anggota Komunitas Ikatan Pemuda Pemudi Kampung Tengah di Sumbermanjingkulon. Jurnal Psikologi TALENTA, 6(2), 36. https://doi.org/10.26858/talenta.v6i2.19167

Rahmah, N. (2013). 5.Rahmah. 43–48.

Ratnaningsih, I. Z. R., Unika Prihatsanti, U. P., Anggun R. Prasetyo, A. R. P., Endah Mujiasih, E. M., & Harlina Nurtjahjanti, H. N. (2017). Meningkatkan Entrepreneurial Self Efficacy Mahasiswa dengan Appreciative Inquiry Plus dan Active Learning. Asian Journal of Entrepreneurship and Family Business, 01(01), 15–24. https://doi.org/10.21632/ajefb.1.1.15-24

Septikasari, R. N. F. (2018). DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN DASAR Resti Septikasari Rendy Nugraha Frasandy PENDAHULUAN Sejalan dengan era globalisasi , ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat cepat dan makin canggih , dengan peran yang makin luas maka diperlukan guru yan. Jurnal Tarbiyah Al-Awlad, 8(2), 107–117.

Sumantri, M. (2004). Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills). Inovasi Kurikulum, 1(1), 21–25. https://doi.org/10.17509/jik.v1i1.35608

Suniah, & Mulyanti, D. (2025). Peran Guru dalam Menanamkan Growth Mindset untuk Meningkatkan Motivasi Belajar. Jurnal Global Futuristik, 3(1), 16–24. https://doi.org/10.59996/globalistik.v3i1.697

Downloads

Published

2025-12-30