Peran Kelompok Sebaya dalam Mendorong Kerja Sama Sosial Siswa SMP pada Pembelajaran IPS

Authors

  • Sri Wulandari Institut Pendidikan Indonesia Garut
  • Eldi Mulyana Institut Pendidikan Indonesia Garut
  • Slamet Nopharipaldi Institut Pendidikan Indonesia Garut

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v15i4.3814

Keywords:

Kelompok Sebaya, Kerja Sama Sosial, Interaksi Siswa, Pembelajaran IPS

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana kelompok sebaya berperan dalam membentuk dan mendorong kerja sama sosial siswa dalam pembelajaran IPS. Fenomena interaksi pertemanan di lingkungan sekolah menunjukkan bahwa hubungan antarsiswa memengaruhi cara mereka berkomunikasi, mengambil keputusan, serta menyelesaikan tugas secara kolektif. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan siswa kelas VIII, guru IPS, dan wali kelas sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran, dan dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan makna secara interaktif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelompok sebaya menjadi wadah penting bagi siswa untuk menumbuhkan rasa percaya, sikap saling menghargai, dan partisipasi aktif dalam kegiatan kelompok. Dukungan emosional dan kognitif dari teman sebaya turut meningkatkan keberanian siswa menyampaikan pendapat serta menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas interaksi dalam kelompok sebaya berkontribusi signifikan terhadap penguatan keterampilan kerja sama sosial yang menjadi inti pembelajaran IPS.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amelia, P. R. (2023). Analisis peran guru dalam membangun interaksi sosial siswa di dalam kelas. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(2), 122–134.

Amir, R., & Sulastri, T. (2024). Pengaruh lingkungan belajar terhadap motivasi siswa di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 5(1), 15–28.

Handayani, E., & Putra, M. P. (2024). Implementasi strategi kolaboratif dalam meningkatkan hasil belajar IPS di SMP. Jurnal Pembelajaran Sosial, 4(2), 55–70.

Kurniawan, I. (2024). Hubungan teman sebaya dengan perilaku belajar siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(1), 33–44.

Mead, G. H. (1934). Mind, Self, and Society. University of Chicago Press.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Sage Publications.

Mrope, F. M., Kira, E. S., & Deogratias, E. (2024). The influence of peer groups on academic performance in university-level mathematics courses: A case study of Morogoro Municipality. International Journal of Research in Mathematics Education, 2(2), 149–162. https://doi.org/10.24090/ijrme.v2i2.10861

Putri, A. M., & Lestari, W. (2024). Pengembangan keterampilan kolaborasi siswa melalui model pembelajaran berbasis proyek. Jurnal Keterampilan 4C, 5(1), 33–45.

Rahmawati, D., & Nurhayati, S. (2024). Penguatan karakter sosial melalui pembelajaran kolaboratif pada siswa sekolah menengah. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial, 2(2), 235–242.

Reindl, M. (2025). Peer relationships and student motivation: Discussion of methodological approaches. British Journal of Educational Psychology, 95(4), 1360–1368. https://doi.org/10.1111/bjep.70035

Sari, N. P. (2023). Peran keluarga dan teman sebaya dalam membentuk identitas sosial. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 8(2), 112–120.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Wibowo, A., Hayati, S. W., Sundari, S., Sukarmi, S., Widaryanto, R., & Muslimah, M. (2025). Penerapan model cooperative problem solving untuk meningkatkan kerjasama tim pada pembelajaran IPS. Jurnal Ilmiah Research Student, 2(2), 961–972.

Downloads

Published

2025-12-30