Perbandingan Model Pembelajaran Discovery Learning dan Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS

Authors

  • Linna Marleni Program Pascasarjana Pedagogi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Hilyati Milla Program Pascasarjana Pedagogi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Winda Ramadianti Program Pascasarjana Pedagogi, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v16i2.4250

Keywords:

Discovery Learning, Problem Solving, Berpikir Kritis, Kemandirian Belajar, IPS

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa yang menggunakan model Discovery Learning, Problem Solving, dan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari 111 siswa kelas VII dalam tiga kelompok: kelas VII B (Discovery Learning, n=37), kelas VII C (Problem Solving, n=37), dan kelas VII F (konvensional, n=37), dipilih melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes uraian untuk berpikir kritis dan angket skala Likert empat poin untuk kemandirian belajar. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut LSD dengan SPSS 26. Hasil menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan berpikir kritis antar kelompok (F(2,108)=6,572; Sig.=0,002), di mana Discovery Learning (Sig.=0,036) dan Problem Solving (Sig.=0,000) lebih efektif dari konvensional, namun tidak berbeda signifikan satu sama lain (Sig.=0,140); (2) terdapat perbedaan signifikan kemandirian belajar (F(2,108)=17,667; Sig.=0,000), dengan Discovery Learning lebih efektif dari Problem Solving (Sig.=0,000) dan konvensional (Sig.=0,000), sementara Problem Solving tidak berbeda signifikan dengan konvensional (Sig.=0,081). Disimpulkan bahwa Discovery Learning merupakan model paling efektif untuk mengembangkan kemandirian belajar, sedangkan kedua model aktif lebih unggul dari konvensional dalam berpikir kritis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adawiyah, R., Ahmad, S., Siregar, N., & Yusuf, M. (2024). Pengaruh e-modul IPS berbasis discovery learning terhadap kemandirian belajar siswa kelas VII. Jurnal Pendidikan IPS Indonesia, 8(2), 112–125.

Adillah, I. N., & Mumpuni, R. A. (2022). Kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran IPS di SMP. Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS, 4(1), 45–58.

Agustina, A. (2023). Pengaruh model problem solving terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Journal of Science Education, 5(1), 88–97.

Arham, U. U., Nawawi, A., & Andi, R. (2022). Langkah prosedur pelaksanaan problem solving dalam pembelajaran aktif. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 8(1), 34–46.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan [BSKAP]. (2022). Capaian pembelajaran IPS SMP/MTs dalam Kurikulum Merdeka. Kemdikbud Ristek.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan [BSKAP]. (2024). Profil Pelajar Pancasila: Panduan implementasi dalam Kurikulum Merdeka. Kemdikbud Ristek.

Blanc, N., Martin, R., & Dupont, C. (2025). Lingkungan belajar berbasis penyelidikan dan refleksi dalam pengembangan berpikir analitis. International Journal of Educational Research, 14(1), 55–70.

Bruner, J. S. (1961). The act of discovery. Harvard Educational Review, 31(1), 21–32.

Dewi, A. R., & Putri, D. A. P. (2025). Pembelajaran berbasis aktivitas eksplorasi untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SMP. Jurnal Inovasi Pendidikan, 12(1), 55–68.

Dulyapit, R., & Lestari, I. (2024). Dampak metode ceramah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 11(1), 78–89.

Ennis, R. H. (2011). The nature of critical thinking: An outline of critical thinking dispositions and abilities. University of Illinois.

Eriansyah, M., & Baadilla, I. (2023). Model pembelajaran berbasis penemuan dan kemampuan analisis siswa. Jurnal Kajian Pendidikan, 9(2), 101–115.

Fatmawati, S., Haryanto, B., & Pratiwi, D. (2025). Strategi pembelajaran aktif untuk penguatan kemampuan analitis dan reflektif siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 14(1), 44–57.

Gay, L. R., Mills, G. E., & Airasian, P. (2012). Educational research: Competencies for analysis and application (10th ed.). Pearson.

Hayati, I. S. W., Manzilatusifa, U., & Handoko, S. (2023). Penerapan model discovery learning dan kemandirian belajar siswa SMP. Jurnal Pendidikan IPS, 7(1), 34–47.

Magfiro, A., Kurniawan, R., & Sari, N. (2025). Capaian pembelajaran IPS SMP dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Kurikulum dan Pengajaran, 5(1), 10–22.

Manurung, P., & Pappachan, P. (2025). Problem-based learning dan pengembangan kemampuan evaluatif siswa. International Journal of Educational Research, 13(2), 211–228.

Nurjaman, A., Rahmawati, A., Juandi, D., & Darhim. (2023). Penerapan problem solving dan berpikir kritis matematis siswa SMP. JPMI: Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia, 8(2), 89–103.

OECD. (2023). PISA 2022 results: Creative minds, creative schools. OECD Publishing.

Polya, G. (1973). How to solve it: A new aspect of mathematical method (2nd ed.). Princeton University Press.

Saputri, D., & Mardianti, R. (2022). Efektivitas problem solving terhadap kemandirian belajar. Jurnal Penelitian Pendidikan, 10(1), 67–80.

Sihombing, M. P., Sinaga, B., & Lubis, R. (2023). Pengaruh discovery learning terhadap hasil belajar IPS siswa SMP. Jurnal Nagur Universitas Simalungun, 5(1), 14–27.

Sumual, J. T., Lonto, A. L., & Pangkey, M. (2023). Penerapan model problem solving dalam pembelajaran dan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 88–100.

Winanda, R., Kusumah, Y., & Rahmat, A. (2025). Pembelajaran etno-STEM berbasis tradisi Tabut dan kemampuan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan Sains dan Sosial, 6(1), 88–102.

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70.

Downloads

Published

2026-04-30