Persepsi Orang Tua Anak yang Putus Sekolah terhadap Pendidikan Formal di Desa Pulau Enam

Authors

  • Rahmawati Rahmawati Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
  • Riska Elfira Universitas Islam Negeri Datokarama Palu
  • Mudaimin Mudaimin Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v16i4.4804

Keywords:

Persepsi Orang Tua, Putus Sekolah, Pendidikan Formal, Masyarakat Kepulauan, Togean, Solusi Kontekstual

Abstract

Penelitian ini mengkaji persepsi orang tua terhadap pendidikan formal dalam konteks anak yang putus sekolah di Desa Pulau Enam, Kecamatan Togean. Desa ini merupakan kawasan kepulauan terpencil di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Fenomena putus sekolah di wilayah ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi struktural yang kompleks, meliputi kemiskinan, isolasi geografis, dan rendahnya relevansi pendidikan formal bagi kehidupan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjawab dua rumusan masalah. Pertama, persepsi orang tua bersifat ambivalen: secara normatif mereka mengakui pentingnya pendidikan formal, namun dalam praktik keseharian mereka cenderung memandang pendidikan sebagai beban yang tidak terjangkau dan kurang relevan dengan kehidupan nelayan kepulauan. Kedua, solusi yang ditawarkan mencakup empat strategi kontekstual, yaitu penguatan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang tepat sasaran, pengembangan model belajar berbasis komunitas, pelibatan tokoh lokal dalam kampanye pendidikan, serta advokasi pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran yang nyata tentang dinamika pendidikan di wilayah kepulauan terpencil sekaligus menawarkan rekomendasi kebijakan yang berakar pada konteks lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, M. T., & Rahayu, P. P. (2022). Makna Pentingnya Pendidikan Anak bagi Masyarakat Nelayan. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 4(4), 6378–6386.

Alokamai, W. (2023). Persepsi Masyarakat Nelayan Terhadap Pendidikan Formal Anak. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi Vol., 1(2), 1–10.

Asmiati, Sumardi, L., Ismail, M., & Alqadri, B. (2022). Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Melanjutkan Studi Anak Pada Masyarakat Nelayan di Desa Seruni Mumbul Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(2), 786–793.

Awaru, A. O. T., Manda, D., Indriani, & Najamuddin. (2023). MENGGALI AKAR PERMASALAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH PADA MASYARAKAT PESISIR : Upaya untuk Meningkatkan Partisipasi Pendidikan. Supremasi: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum, & Pengajarannya, 28(1), 136–147.

Hugen, M., & Zulkarnain, I. (2025). Konstruksi Budaya Terhadap Anak Putus Sekolah di Masyarakat Pesisir Desa Baru , Belitung Timur. 02(02), 946–961.

Mahmud. (2025). Metodologi Penelitian Kualitatif (Cet. I). Yayasan Darul Falah.

Riniwati, H., Handayani, W., Wardani, M. P., & Dewi, S. M. (2025). MASYARAKAT PESISIR DI ERA TRANSFORMASI: INTEGRASI GENDER DALAM EKONOMI MARITIM MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (1st ed.). Madza Media.

Saputra, A. H., & Agustina, W. (2025). Peningkatan motivasi siswa melalui penggunaan media interaktif dalam pembelajaran pendidikan jasmani Improving students ’ motivation through the use of interactive media in physical education learning. 5(1), 217–226.

Sepriady, J. (2019). CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Oleh: Jeki Sepriady*. Jurnal PGRI Palembang, 100–110.

Siregar, N. S. S. (2016). Kesadaran Masyarakat Nelayan terhadap Pendidikan Anak. Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik, 4(1), 1–10.

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.

Susilo, Y. E., & Fathoni, A. (2025). Implementasi Culturally Responsive Teaching Pada Pembelajaran Pancasila Untuk Memotivasi Semangat Belajar Siswa Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(1), 449–460.

Wahir, L. O., Syahrir, A., & Saleh, M. (2026). Persepsi Orang Tua Anak Putus Sekolah Terhadap Pentingnya Pendidikan Formal di Kelurahan Walambenowite Kabupaten Muna. Mores: Jurnal Pendidikan, Moral Dan Kewarganegaraan, 4(1), 105–115.

Wisdawati, R., & Hanafi, M. (2026). Apakah Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Efektif sebagai Instrumen Pembangunan untuk Meningkatkan Akses Pendidikan Tinggi? Jurnal Akuntansi Dan Ekonomika, 15, 389–399. https://doi.org/10.37859/jae.v15i2.9839

Downloads

Published

2026-07-07