Pernikahan Adat Batak Toba di Kota Banjarbaru Tahun 2006-2023

Authors

  • Ruth Ekakristi Banjarnahor Universitas Lambung Mangkurat
  • Mansyur Mansyur Universitas Lambung Mangkurat
  • Dewicca Fatma Nadilla Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v16i4.4936

Keywords:

Pernikahan Adat Batak Toba, Banjarbaru, Adaptasi Tradisi, Modernisasi

Abstract

Masyarakat Batak Toba di Kota Banjarbaru menghadapi tantangan dalam mempertahankan tradisi pernikahan adat di tengah pengaruh modernisasi dan globalisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pelaksanaan pernikahan adat Batak Toba di Banjarbaru tahun 2006-2023, mengidentifikasi perubahan struktur upacara, dan mengkaji upaya pelestarian nilai-nilai budaya. Metode penelitian menggunakan metode sejarah melalui tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menyimpulkan dua hal utama untuk menjawab rumusan masalah. Pertama, latar belakang pelaksanaan pernikahan adat Batak Toba di Banjarbaru didorong oleh ikatan marga dan komitmen menjaga identitas di tanah rantau. Prosesi pernikahan ini secara utuh bersandar pada struktur Dalihan Na Tolu (hula-hula, dongan tubu, boru) yang diwujudkan melalui tahapan terstruktur mulai dari marhori-hori dinding, marhusip, marhata sinamot, martumpol, hingga pesta unjuk. Kedua, perkembangan tradisi pada periode 2006–2023 menunjukkan pola adaptasi kreatif berupa pemadatan waktu dan tempat akibat keterbatasan biaya, ruang, serta tokoh adat di perantauan. Adaptasi ini memicu pergeseran makna benda adat seperti ulos, tandok, boras si pir ni tondi, dan sinamot yang kini lebih difungsikan sebagai simbol identitas budaya dan penghormatan sosial dibandingkan sebagai sarana ritual sakral-keagamaan. Meskipun terjadi simplifikasi teknis, tradisi ini menunjukkan resiliensi budaya (cultural resilience) yang kuat karena nilai-nilai inti filosofinya tetap dipertahankan secara kolektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, F. (2023). Regenerasi Budaya Diaspora Batak di Kalimantan. Jurnal Kebudayaan, 12(1), 48–55.

Agustina Naihabo, D., Pasaribu, N. K., Sihombing, P. K., & Tampubolon, F. (2024). Norma dan Etika dalam Marhata Sinamot pada Pernikahan Batak Toba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 1–8.

Aulia, Kristina, Azmi, & Ulul. (2019). Perkembangan dan Perubahan Adat Istiadat Pernikahan Batak Toba di Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari, 3(1), 45–54.

Desi, Eni, Dewi, R., & Muslimin. (2019). Aktivitas Komunikasi Pra Prosesi Pernikahan Adat Batak Toba. Jurnal Daring Mahasiswa Komunikasi (JDMK), 3(1).

Gennep, V., & Arnold. (1960). The Rites of Passage. Routledge & Kegan Paul.

Harahap, M. (2012). Orang Batak Merantau: Sejarah dan Dinamika Sosial. Toga Nauli Press.

Harahap, S. (2011). Adat dan Tradisi Masyarakat Batak. Pustaka Batak.

Hutagalung, W. (2011). Dalihan Na Tolu dan Sistem Sosial Batak Toba. In Yayasan Pustaka Harapan.

Hutapea, R. (2010a). Batak Toba: Warisan Budaya dan Sistem Sosial. Gadjah Mada University Press.

Hutapea, R. (2010b). Modernisasi dan Transformasi Budaya dalam Pernikahan Adat Batak. Jurnal Sosial Dan Budaya Syar’i, 7(4), 311–324.

Haryati, T., & Hidayat, A. G. (2018). Tradisi Nika Leka pada Masyarakat Kurang Mampu di Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Jurnal Pendidikan IPS, 8(1), 53–63.

Koentjaraningrat, P. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi (Edisi Revisi 2009). Rineka Cipta.

Kusumaaningrum, S., Nasir, M. A., & Syarif, S. (2025). Fenomena Pernikahan Generasi Z di KUA (Studi Antropologi Tentang Perubahan Tradisi Pernikahan di Kalangan Muda Indonesia). Jurnal Pendidikan IPS, 15(4), 1392–1401. https://doi.org/10.37630/jpi.v15i4.3709

Lubis, N. (2016). Identitas Batak di Era Globalisasi. LIPI Press.

Lumbanraja, Maria, G., Putra, D., & Wulandari, S. (2022). Makna Pembayaran Sinamot Pada Perkawinan Adat Batak Toba di Perantauan. Holistik: Jurnal Merancang Kebijakan Sosial, 5(2).

Lumbantobing, R. A. (2012). Makna Simbolik Pernikahan Adat Batak Toba. Ombak.

Manurung, B. (2015). Makna Sinamot dalam Pernikahan Batak Toba. LIPI Press.

Nainggolan, H. (2022). Diaspora Batak di Kalimantan Selatan: Studi Etnografi Masyarakat Perantauan. Jurnal Antropologi Indonesia.

Nasution, L. (2017). Perantauan dan Identitas Budaya Batak Toba. LIPI Press.

Panjaitan, B. (2020). Struktur Ritual dan Bahasa dalam Pernikahan Sub‑Etni Batak. Jurnal Komunitas, 22(1), 33–39.

Panjaitan, B. (2021). Peran Komunitas Adat dalam Menjaga Tradisi di Perantauan. Jurnal Komunitas, 23(3), 64–72.

Pardede, T. (2020). Adaptasi Pelaksanaan Pernikahan Adat Batak di Luar Wilayah Sumatera Utara. Jurnal Kajian Sosial Budaya, 15(2), 51–60.

Raffi, A., Zulaikha, M. C., Irmawati, & Fatah, A. (2026). Tradisi Prasah sebagai Perekat Solidaritas Sosial: Analisis Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons di Desa Sidigede, Jepara. Jurnal Pendidikan IPS, 16(1), 73–79. https://doi.org/10.37630/jpi.v16i1.3893

Rosmawati, H. (2018). Kekerabatan dan Status Perempuan dalam Adat Batak Toba. Jurnal Antropologi Indonesia, 39(1), 34–45.

Samosir, P. (2017). Kajian Yuridis tentang Perkawinan Orang Batak Toba di Perantauan Menurut Hukum Adat Batak. Universitas Jember.

Siahaan, A. (2015). Dalihan Na Tolu: Pilar Kehidupan Masyarakat Batak. In Toga Mas.

Siahaan, L. (2016). Identitas Sub-Etni Batak: Toba, Karo, Simalungun. Jurnal Antropologi Indonesia. Jurnal Antropologi Indonesia, 32(1), 12–18.

Siahaan, M. (2014). Makna Simbolik Ulos dalam Perkawinan Batak Toba. Balai Litbang Agama.

Sihombing, D. (2018). Adaptasi Budaya Adat Batak dalam Masyarakat Modern. Refika Aditama.

Silahi, D. (2010). Tata Upacara Adat Batak Toba. Yayasan Budaya Batak.

Simanjuntak, M. (2019). Pernikahan Adat Batak Toba sebagai Sistem Sosial dan Budaya. Jurnal Sosial Budaya, 11(1), 20–30.

Simanjuntak, T. (2009a). Struktur Sosial dan Budaya Batak. In Pustaka Belajar.

Simanjuntak, T. (2009b). Struktur Sosial Masyarakat Batak Toba. USU Press.

Simbolon, I. P., & Naihabo, S. (2016). Pola Komunikasi Prosesi Marhata Sinamot pada Pernikahan Adat Batak Toba di Bandung. Jurnal Sosioteknologi, 15(3), 20–30.

Sinulingga, J. (2024). Makna Mangulosi dalam Pernikahan Batak Toba. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 5–12.

Sipil, D. K. dan P. (2023). Data Kependudukan Kota Banjarbaru 2006–2023.

Sitanggang, Anita, Malau, D., & Siregar, F. (2024). Textual Meaning on ‘Umpasa’ Batak Toba in Wedding Ceremonies. International Journal of Religion, 5(8).

Sitepu, Y. E. (2020). Struktur dan Nilai Budaya yang Dipakai dalam Perkawinan Adat Batak Toba. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Undiksha, 10(2), 1–10.

Situmorang, D. (2025). Pelaksanaan Upacara Adat Mangupa Upa Parumaen dalam Perkawinan Masyarakat Batak Toba di Kota Pontianak. Jurnal Fatwa Hukum, 8(1), 7–12.

Situmorang, M. (2020). Pewarisan Budaya Batak di Luar Sumatera: Studi Kasus Komunitas Batak di Banjarbaru. Jurnal Sosial Dan Budaya, 18(2), 89–104.

Situmorang, M. (2021). Pemahaman Generasi Muda Terhadap Adat Pernikahan Batak. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 98–112.

Situmorang, R. (2014). Dalihan Na Tolu Sebagai Struktur Sosial dalam Budaya Batak. Jurnal Antropologi Indonesia, 35(2), 87–96.

Situmorang, R. (2015). Perbedaan Adat Pernikahan Antar Sub-Etni Batak di Sumatera Utara. Jurnal Sosial Budaya, 9(3), 78–84.

Soerjono, S. (2007). Sosiologi Suatu Pengantar. Edisi ke-43. Rajawali Pers.

Tama, K., & Lephen, P. (2024). Performativity Ritual Mangulosi dalam Pernikahan Adat Masyarakat Batak Toba. Acintya, 15(2), 40–50.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. (n.d.).

Wanjik, & Saleh, K. (1980). Hukum Perkawinan Indonesia, Cet. 6. Ghalia Indonesia.

Wulandari, D., & Idris, R. (2023). Adaptasi Budaya dalam Perkawinan Adat Batak di Kalimantan. Jurnal Multikultural Indonesia, 9(2), 112–127.

Downloads

Published

2026-08-31