Makna Simbolik Upacara Gaukang Tu Bajeng dalam Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat Bajeng

Authors

  • Muh. Chandra Saputra Universitas Negeri Makassar
  • Firdaus W. Suhaeb Universitas Negeri Makassar
  • St. Junaeda Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v16i4.5028

Keywords:

Ritual, Tradisi, Gaukang Tu Bajeng, Makna Simbolik

Abstract

Upacara Gaukang Tu Bajeng merupakan tradisi budaya masyarakat Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang masih dilaksanakan hingga saat ini. Tradisi ini tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ritual adat, tetapi juga memuat berbagai simbol yang merepresentasikan identitas budaya, keberanian, penghormatan terhadap leluhur, dan solidaritas sosial. Namun, kajian mengenai Gaukang Tu Bajeng sebelumnya lebih banyak membahas aspek sejarah dan pelaksanaan ritual, sementara kajian yang secara khusus mengungkap makna simbolik setiap unsur dalam rangkaian upacara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi, mengidentifikasi atribut, dan menganalisis makna simbolik dalam Upacara Gaukang Tu Bajeng. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan dan dokumentasi berupa foto, video, serta sumber tertulis terkait pelaksanaan ritual. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan perspektif fungsionalisme Malinowski. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap prosesi dan atribut memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan identitas budaya, keberanian, penghormatan terhadap leluhur, spiritualitas, dan solidaritas sosial. Tradisi ini berfungsi dalam mempertahankan identitas dan keberlanjutan budaya masyarakat Bajeng.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ashar, M., Maghfirah, A. T., Said, D., & Alimuddin, A. (2025). Akuntansi untuk cultural heritage assets: Interaksi simbolik terhadap akuntabilitas dan keberlanjutan aset budaya dalam Upacara Gaukang Tu Bajeng. Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan, 14(4), 1703–1718. https://doi.org/10.22437/jmk.v14i04.49589

Azarian, R. (2021). The Generalized Other: Mead, Blumer, and Beyond. Routledge.

Blumer, H. (1969). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. University of California Press.

Busetto, L., Wick, W., & Gumbinger, C. (2020). How to use and assess qualitative research methods. Neurological Research and Practice, 2, Article 14. https://doi.org/10.1186/s42466-020-00059-z

Erianata, D., Putri, A. R., & Hidayat, M. (2025). Cultural rituals as social cohesion in Indonesian local communities. Journal of Social and Cultural Studies, 8(1), 45–59.

Gibson, C. B., Dunlop, P. D., & Raghav, S. (2021). Navigating identities in global work: Antecedents and consequences of intrapersonal identity conflict. Human Relations, 74(4), 556–586. https://doi.org/10.1177/0018726719895314

Malinowski, B. (1944). A Scientific Theory of Culture and Other Essays. University of North Carolina Press.

Ningrum, K., Najamuddin, & Asmunandar. (2018). Upacara Gaukang Tu Bajeng Kabupaten Gowa 1945–2017. Pattingalloang: Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan, 4(3), 101–110.

Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis strategies. In P. Leavy (Ed.), The Oxford handbook of qualitative research (2nd ed., pp. 876–911). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780190847388.013.33

Wood, L. M., Sebar, B., & Vecchio, N. (2020). Application of rigour and credibility in qualitative document analysis: Lessons learnt from a case study. The Qualitative Report, 25(2), 456–470. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2020.4240

Downloads

Published

2026-08-31