Analisis Deskriptif Daya Tarik Wisata Bahari di Gili Kondo sebagai Destinasi Pariwisata dan Implikasinya terhadap Pendapatan Pelaku Wisata

Authors

  • Mutia Sakhara Saummy Universitas Hamzanwadi
  • M. Marzuki Universitas Hamzanwadi
  • Muhammad Ramli Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpi.v16i5.5170

Keywords:

Pariwisata Bahari, Gili Kondo, Tata Kelola Destinasi, Komponen 4A, Pendapatan Pelaku Wisata

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan daya tarik wisata bahari Gili Kondo, menganalisis tata kelola aksesibilitas dan pelayanan transportasi penyeberangan dari Sambelia, serta mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan pendapatan pelaku wisata lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap 18 informan yang terdiri atas 15 pelaku jasa penyeberangan dan pengelola outlet, 2 pengurus Kelompok Sadar Wisata, serta 1 pejabat Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gili Kondo memiliki daya tarik alam yang kuat berupa terumbu karang, kejernihan perairan, pantai pasir putih, Gili Pasir, dan kawasan yang dimanfaatkan untuk aktivitas camping. Potensi tersebut belum didukung secara seimbang oleh aspek aksesibilitas, fasilitas penunjang, dan kelembagaan. Sistem penyeberangan masih dikelola secara konvensional melalui outlet perorangan tanpa sistem pelayanan satu pintu. Tarif penyeberangan berkisar Rp350.000–Rp500.000 per kapal pulang-pergi dan belum didukung standardisasi tarif yang ditemukan dalam penelitian. Ketersediaan life jacket, fasilitas sanitasi, pengelolaan sampah, serta pusat informasi juga masih terbatas. Pada aspek ekonomi, pendapatan boatman menunjukkan perbedaan antara hari biasa dan akhir pekan. Pendapatan bersih pada hari biasa berkisar Rp200.000–Rp300.000 per hari, sedangkan pada akhir pekan dapat mencapai Rp800.000–Rp1.200.000 per hari. Fluktuasi kunjungan, efisiensi penggunaan bahan bakar, kualitas komunikasi penjemputan, dan persaingan antar-outlet menjadi faktor yang berkaitan dengan kondisi pendapatan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan pentingnya penguatan tata kelola destinasi, standardisasi pelayanan, dan integrasi kelembagaan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal. Dalam perspektif Pendidikan IPS, temuan tersebut relevan sebagai konteks pembelajaran mengenai interaksi manusia dengan lingkungan, geografi pariwisata, serta aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Airawati, M. N., Fauzi, I., & Putranto, A. (2023). Potensi penerapan ekonomi biru dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di wilayah pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 9(2), 133–149. https://doi.org/10.15578/marina.v9i2.12723

Ariani, S., Idrus, A. A., Japa, L., & Santoso, D. (2020). Struktur komunitas makroalga sebagai indikator ekologi ekosistem perairan pada kawasan konservasi laut daerah di Gili Sulat Lombok Timur. Jurnal Biologi Tropis, 20(1), 132–138. https://doi.org/10.29303/jbt.v20i1.1690

Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2005). Tourism: Principles and practice (3rd ed.). Pearson Education.

Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat. (2024). Gili Kondo. Lombok Sumbawa Tourism.

Hadi, M. J., Muslim, B., Widyaningrum, M., Suryati, D., & Thohri, M. (2021). Pemetaan potensi wisata Desa Gelanggang Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1), 25–29. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v3i2.1216

Hadi, M. J., Lume, & Widyaningrum, M. (2022). Pemetaan potensi wisata, peluang dan tantangan pengembangan Desa Wisata Pengadangan Barat, Kabupaten Lombok Timur. Journal of Tourism and Economic, 5(1), 32–45. https://doi.org/10.36594/jtec/01a88690

Maharani, B. A. (2024). Eco-tourism resort dengan pendekatan green building di Lombok Timur. Jurnal Poster Pirata Syandana, 5(2).

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Narotama, M. R., Saduddin, & Furjatullah, S. A. (2023). Strategi mengatasi aksesibilitas destinasi pulau kecil di Kepulauan Riau dengan penyesuaian segmentasi wisatawan. Gadjah Mada Journal of Tourism Studies, 5(1), 56–75. https://doi.org/10.22146/gamajts.v5i1.90293

Pajriah, P. N., Sulaksana, J., & Umyati, S. (2025). Dampak berganda (multiplier effect) objek wisata terhadap perekonomian masyarakat lokal. MAHATANI, 8(1), 203–212. https://doi.org/10.52434/mja.v8i1.42443

Paramita, E. M., S, D. A., Melenia, S. A. A., L. T. S., Naufal, F., & A. D. Z. (2022). Pengelolaan kawasan wisata pesisir berkelanjutan: Studi kawasan Taman Pendidikan Mangrove dan kawasan Taman Wisata Laut & Konservasi Terumbu Karang, Desa Labuhan, Kabupaten Bangkalan. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan, 6(2), 241–252. https://doi.org/10.34013/jk.v6i02.755

Suharyanto, Zulham, A., Sidqi, M., Sudianto, A., Widianto, A., Suraji, & Prasetyio, D. E. (2020). Pulau-pulau kecil sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia: Review aspek teknis, sosial dan ekonomi. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6(1), 73–84. https://doi.org/10.15578/marina.v6i1.8934

Yusuf, M., Asasandi, I. G. N. A., Amiruddin, & Supartiningsih, N. L. S. (2024). Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penanaman mangrove untuk pelestarian ekosistem dan mitigasi abrasi di Desa Padak Guar Kecamatan Sambalia, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 7(4), 1703–1709. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v7i4.9968

Downloads

Published

2026-10-30