Proses Berpikir Kreatif Siswa Berkepribadian Adversity Quotient dalam Menyelesaikan Masalah Open-Ended Ditinjau dari Teori Pemrosesan Informasi

  • Rusdyi Rusdyi STKIP Kie Raha
  • Rusmin R. M. Saleh STKIP Kie Raha
  • Isman M. Nur STKIP Kie Raha

Abstract

Berpikir kreatif merupakan proses berpikir untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang telah ada. Mengingat pentingnya berpikir kreatif siswa, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. Terdapat siswa yang masih berada pada kategori kurang kreatif. Faktor kurangnya kemampuan berpikir kreatif siswa, yaitu kebiasaan dalam menghadapi tantangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses berpikir kreatif siswa berkepribadian Adversity Quotient dalam menyelesaikan masalah Open-Ended ditinjau dari teori pemrosesan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan awal matematika siswa akhirnya diperoleh 1 siswa untuk kategori berpikir climber, 1 siswa untuk kategori berpikir camper dan 1 siswa untuk kategori berpikir quitter. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa siswa kategori climber melakukan keempat tahapan proses berpikir kreatif, yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, tahap eliminasi, dan tahap verifikasi. Siswa kategori camper hanya melakukan tiga tahapan proses berpikir kreatif, yaitu tahap persiapan, tahap inkubasi, dan tahap eliminasi. Siswa kategori quitter hanya melakukan dua tahapan proses berpikir kreatif, yaitu tahap persiapan dan tahap inkubasi, sedangkan tahap eliminasi dan tahap verifikasi siswa quitter tidak mampu menyelesaikan. Karena itu, diharapkan para peneliti lanjutan dapat mengkaji lebih jauh proses berpikir kreatif siswa berkepribadian Adversity Quotient dalam memecahkan masaah Open-Ended. Siswa berkepribadian Adversity Quotient dapat dikembangkan dengan memberikan siswa berbagai soal-soal Open-Ended karena soal Open-Ended yang diberikan pada penelitian ini masih dikatakan terbatas.

Downloads

Download data is not yet available.
Keywords: Proses Berpikir Kreatif, Adversity Quotient, Open-Ended, Teori Pemrosesan Informasi

References

Arilaksmi, N. P. G., Susiswo, S., & Sulandra, I. M. (2021). Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa Pendidikan Matematika dalam Memecahkan Masalah Open-Ended Trigonometri. JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 9(2), 46. https://doi.org/10.25273/jipm.v9i2.8331

Christou, C., Mousoulides, N., Pittalis, M., & Pitta-Pantazi, D. (2005). Problem Solving and Problem Posing in a Dynamic Geometry Environment. The Montana Mathematics Enthusiast, 2(2), 125–143.

Gurbin, T. (2015). Enlivening The Machinist Perspective: Humanising The Information Processing Theory With Social And Cultural Influences. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 197, 2331–2338. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.07.263

Haylock, D. (1997). Recognising Mathematical Creativity in Schoolchildren. Zentralblatt Fuer Didaktikder Mathematik, 29(3), 10–20.

Hidajat, F. A., Sa’dijah, C., Sudirman, S., & Susiswo, S. 2019. Exploration of Students’ Arguments to Identify Perplexity from Reflective Process on Mathematical Problems. International Journal of Instruction, 12(2), 573–586. https://doi.org/10.29333/iji.2019.12236a

Hooda, M., & Devi, R. (2017). Significance of Cognitive Style for Academic Achievement in Mathematics. Scholarly Research Journal for Humanity Science & English Language, 4, 8.

Isaksen, S. G., Puccio, G. J., & Treffinger, D. J. (1993). An Ecological Approach to Creativity Research: Profiling for Creative Problem Solving. The Journal of Creative Behavior, 27(3), 149–170. https://doi.org/10.1002/j.2162-6057.1993.tb00704.x

Jatmiko, D. D. H., Andriana, L., Pambudi, D. S., Trapsilasiwi, D., & Hussen, S. (2022). Proses Berpikir Kreatif Siswa dalam Pemecahan Masalah Open-Ended Berdasarkan Teori Wallas Ditinjau dari Adversity Quotient. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 7(1), 340–349. https://doi.org/10.31004/cendekia.v7i1.1993

Kusaeri, K., Lailiyah, S., Arrifadah, Y., & Hidayati, N. (2018). Proses Berpikir Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Teori Pemrosesan Informasi. Suska Journal of Mathematics Education, 4(2), 125. https://doi.org/10.24014/sjme.v4i2.6098

Lutz, S. T., & Huitt, W. G. (2003). Information processing and memory: Theory and applications. Educational Psychology Interactive.Valdosta, GA: Valdosta State University, 1–17.

Magelo, C., Hulukati, E., & Djakaria, I. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Open-Ended terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik Ditinjau dari Motivasi Belajar. Jambura Journal of Mathematics, 2(1), 15–21. https://doi.org/10.34312/jjom.v2i1.2593

Mahmudi, A. (2010). Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis. Makalah dipersentasikan’, Seminar Nasional Matematika XV.

Nur, I. M. (2022). Proses Berpikir Siswa Smp Dalam Menyelesaikan Masalah Perbandingan Berbalik Nilai Berdasarkan Komponen Teori Pemrosesan Informasi. Disertasi. PPs Universitas Negeri Malang.

Nur, I. M., & Abdullah, I. H. (2016). Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Dan Soft Skill Matematis Siswa Sma. Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 3(2), 39–53. https://doi.org/10.33387/dpi.v3i2.136

Nur, I. M., & Sari, D. P. (2022). Soft Skills: Pemecahan Masalah dan Berpikir Kritis Matematika. Lakeisha.

Nur, I. M., & Sari, P. S. (2022). Penalaran Proporsional Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Missing Value dan Comparison Berdasarkan Gaya Kognitif Sistematis. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 21(8), 467–482. https://doi.org/10.5281/ZENODO.7302157

Saleh, R. R. M., & Nur, I. M. (2023). Proses Berpikir Siswa SMP Berdasarkan Gaya Kognitif Intuitif dan Sistematis dalam Menyelesaikan Masalah Invers Proporsi Ditinjau dari Teori Pemrosesan Informasi. Jurnal Pendidikan MIPA, 13(3), 751–762. https://doi.org/10.37630/jpm.v13i3.1163

Santrock, J. W. (2008). Educational psychology ((3rd edition.)). Boston, MA: McGraw Hill.

Slavin, R. E. (2006). Educational Psychology Theory and Practice (Eighth Edition). Pearson, USA.

Solso, R. L., MacLin, O. H., & MacLin, M. K. (2008). Cognitive Psychology (8th Edition). Pearson education, Inc.

Stoltz, P. G. (2007). Adversity Quotient: Mengubah Hambatan Menjadi Peluang. PT. Grasindo.

Suryaningrum, C. W., Purwanto, P., Subanji, S., Susanto, H., Ningtyas, Y. D. W. K., & Irfan, M. (2020). Semiotic Reasoning Emerges In Constructing Properties Of A Rectangle: A Study Of Adversity Quotient. Journal on Mathematics Education, 11(1), 95–110. https://doi.org/10.22342/jme.11.1.9766.95-110

Takahashi, A. (2008). Communication As a Process for Students To Learn Mathematical. Depaul University, 1(2), 1–7.

Wulandari, D. P., Susiswo, S., & Sulandra, I. M. (2021). Proses Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Matematika Berdasarkan Masalah Open-Ended pada Materi Bangun Datar. Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika, 5(3), 2198–2207. https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i3.847

Published
2023-09-29
How to Cite
Rusdyi, R., Rusmin R. M. Saleh, & Isman M. Nur. (2023). Proses Berpikir Kreatif Siswa Berkepribadian Adversity Quotient dalam Menyelesaikan Masalah Open-Ended Ditinjau dari Teori Pemrosesan Informasi. JURNAL PENDIDIKAN MIPA, 13(3), 851-862. https://doi.org/10.37630/jpm.v13i3.1175
Abstract viewed = 129 times
PDF downloaded = 99 times