Keanekaragaman Jenis Paku-Pakuan (Pteridophyta) di Coban Putri Kota Batu Beserta Potensi Kebermanfaatannya

  • Adzkia Aisyqova Aulia Universitas Negeri Malang
  • Elsa Tsania Rafika Fatma Universitas Negeri Malang
  • Nabil Akbar Nurcholis Universitas Negeri Malang
  • Nur Fadilah Universitas Negeri Malang
  • Tarisa Dini Amelia Universitas Negeri Malang
  • Indra Fardhani Universitas Negeri Malang

Abstract

Tumbuhan paku dapat hidup di berbagai lingkungan. Selain dapat menjaga keseimbangan ekosistem, tumbuhan paku dapat menghentikan erosi tanah, menghasilkan oksigen, dan menyerap air hujan. Tumbuhan paku dapat tumbuh sebagai epifit, yaitu menempel pada tumbuhan lain. Coban Putri merupakan salah satu tempat wisata air terjun yang berada di Kota Batu, Jawa Timur. Berbagai jenis tumbuhan dapat dijumpai di Coban Putri termasuk tumbuhan paku. Tumbuhan paku memiliki banyak manfaat dan keanekaragaman jenis yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi mengenai keanekaragaman jenis paku di Coban Putri Kota Batu beserta kebermanfaatannya. Penelitian ini menggunakan metode survey dan studi literatur. Data yang diperoleh tumbuhan paku tersebut teridentifikasi seluruhnya terdiri dari 6 spesies terestrial yaitu Diplazium esculentum (Retz.) Sw., Microlepia speluncae (L.) T. Moore, Dryopteris filix-mas (L.) Schott, Adiantum concinnum Humb. & Bonpl. ex Willd., Pteris biaurita L, Dryopteris filix-mas (L.) Schott, dan Dryopteris oreades Fomin. Tumbuhan paku-pakuan tersebut memiliki manfaat yang beragam antara lain dikonsumsi sebagai sayuran, sebagai tanaman hias, mengobati infeksi bakteri dan jamur pada kulit dan saluran pernapasan, mengobati penyakit (seperti cacingan, radang usus, gangguan pencernaan, luka, bisul, radang kulit, batuk, asma, bronkitis, demam, sakit kepala, dan nyeri sendi) dan juga sebagai tanaman hiperakumulator terhadap logam berat merkuri.

Downloads

Download data is not yet available.
Keywords: Pteridophyta, Keanekaragaman, Coban Putri, Pemanfaatan

References

Abotsi, K. E., Radji, A. R., Rouhan, G., Dubuisson, J. Y., & Kokou, K. (2015). The Pteridaceae family diversity in Togo. Biodiversity Data Journal, 3(1). https://doi.org/10.3897/BDJ.3.e5078

Akbar, H. K., Muhimmatin, I., & Nugrahani, M. P. (2023). Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Di Kawasan Wisata Air Terjun Kalibendo Banyuwangi. BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi), 14(1), 90. https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v14i1.7777

Andayaningsih, D., Chikmawati, T., & Sulistijorini, S. (2013). Keanekaragaman Tumbuhan Paku Terestrial Di Hutan Kota DKI Jakarta [Terestrial Ferns Diversity in Urban Forest DKI Jakarta]. Berita Biologi, 12(3), 297–305. https://www.neliti.com/publications/63248/keanekaragaman-tumbuhan-paku-terestrial-di-hutan-kota-dki-jakarta-terestrial-fer

Andiana, J., & Renjana, E. (2021). Inventarisasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) pada Arboretum (Forested Area) Kebun Raya Purwodadi. Prosiding Prosiding Biologi Achieving the Sustainable Development Goals with Biodiversity in Confronting Climate Change, November, 211–225. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/psb/article/view/24033

Arini, D. I. D., & Kinho, J. (2012). KERAGAMAN JENIS TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) DI CAGAR ALAM GUNUNG AMBANG SULAWESI UTARA. Info BPK Manado, June.

Atho, M. A., Akmal, M. A. S., Riza, R. E. N., Sinta, S. D. R., Fatim, S. F., Dian, D. N. M., & Lianah, L. (2020). The diversity of fern species (Pteridophyta) and their potential use studies in the Ulolanang Kecubung Nature Reserve. BIOEDUSCIENCE: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 4(1), 73–81. https://doi.org/10.29405/j.bes/4173-814991

Efendi, W. W., Hapsari, F. N. P., Nuraini, Z., & Abstrak, S. P. (2013). Studi Inventarisasi Keanekaragaman Tumbuhan Paku Di Kawasan Wisata Coban Rondo Kabupaten Malang. Cogito Ergo Sum, 2(3), 173.

Ekrt, L., Trávníček, P., Jarolímová, V., Vít, P., & Urfus, T. (2009). Genome size and morphology of the Dryopteris affinis group in Central Europe. Preslia, 81, 261–280.

Femi-Adepoju, A. G., Oluyori, A. P., Fatoba, P. O., & Adepoju, A. O. (2021). Phytochemical and antimicrobial analysis of dryopteris filix-mas (L.) schott. Rasayan Journal of Chemistry, 14(1), 616–621. https://doi.org/10.31788/RJC.2021.1415983

Hayati, S., Rasnovi, S., & Arabia, T. (2023). Diversity of Terrestrial Ferns Plant (Pteridophyta) in the Rainforest Lodge Kedah Gayo Lues Regency Aceh Province. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(1), 655–664.

Khairunisa, & Wisanti. (2023). Keanekaragaman Spesies Pteridophyta di Kawasan Wisata Air Terjun Supit Urang Pujon Kabupaten Malang Species Diversity Pteridophyta in the Tourism Area of Supit Urang Waterfall Pujon Malang Regency. LenteraBio, 12(3), 343–353.

Maulidia, A., Sedayu, A., Panca Sakti, D., Dwi Puspita, E., Kusumaningtiyas, F., Hendi Ristanto, R., & Rahmah, S. (2019). Keanekaragamantanaman Paku (Pteridophyta) Di Jalur Ciwalen Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. BIOSFER : Jurnal Biologi Dan Pendidikan Biologi, 4(1). https://doi.org/10.23969/biosfer.v4i1.660

Murniningtyas, E., Wahyuningsih, D., & Effendy, S. S. (2016). Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan 2015-2020. Bappenas.

Rastogi, S., Pandey, M. M., & Rawat, A. K. S. (2018). Ethnopharmacological uses, phytochemistry and pharmacology of genus Adiantum: A comprehensive review. Journal of Ethnopharmacology, 215, 101–119.

Rismunandar, & Ekowati, M. (1991). Tanaman Hias Paku-Pakuan. Penebar Swadaya.

Salamah, Z., Sasongko, H., & Hidayati, A. Z. (2020). Inventory of Ferns (Pteridophyta) at Cerme Cave Bantul District. Bioscience, 4(1), 97. https://doi.org/10.24036/0202041106829-0-00

Saputro, R. W., Utami, S., & Khotimperwati, L. (2021). Species Diversity of Epiphyte Fern Plants in Curug Lawe Waterfall Region, Semarang District. Biosaintifika, 13(3), 379–385. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v13i3.31422

Semwal, P., Painuli, S., Painuli, K. M., Antika, G., Tumer, T. B., Thapliyal, A., Setzer, W. N., Martorell, M., Alshehri, M. M., Taheri, Y., Daştan, S. D., Ayatollahi, S. A., Petkoska, A. T., Sharifi-Rad, J., & Cho, W. C. (2021). Diplazium esculentum (Retz.) Sw.: Ethnomedicinal, Phytochemical, and Pharmacological Overview of the Himalayan Ferns. Oxidative Medicine and Cellular Longevity, 2021. https://doi.org/10.1155/2021/1917890

Souhaly, Y., Matdoan, M. N., & Salmanu, S. I. A. (2019). ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN A PADA DAUN PAKU-PAKU (Diplazium escelentum (Retz.)Sw.) BERDASARKAN PROSES PEMASAKAN. Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan Dan Terapan, 4(2), 63–69. https://doi.org/10.30598/biopendixvol4issue2page63-69

Steenis, V. C. G. G. . (2010). Flora Pegunungan Jawa. Pusat Penelitian Biologi-LIPI.

Wahyuningsih, Triyanti, M., & Sepriyaningsih. (2019). INVENTARISASI TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) DI PERKEBUNAN PT BINA SAINS CEMERLANG KABUPATEN MUSI RAWAS. Jurnal Biosilampari : Jurnal Biologi, 2(1), 29–35. https://doi.org/10.31540/biosilampari.v2i1.815

Windari, W., Perwati, L. K., & Murningsih, M. (2021). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Wisata Air Terjun Jurang Nganten Kabupaten Jepara. Bioma : Berkala Ilmiah Biologi, 23(2), 107–111. https://doi.org/10.14710/bioma.23.2.107-111

Winter, W., & Amoroso, V. (2003). Cryptogames: Fern & Ferns Allies. Plant Resources of South East Asia. Backhuys Publishers Leiden. The Netherland, 15(2), 13–46.

Published
2024-03-26
How to Cite
Adzkia Aisyqova Aulia, Elsa Tsania Rafika Fatma, Nabil Akbar Nurcholis, Nur Fadilah, Tarisa Dini Amelia, & Indra Fardhani. (2024). Keanekaragaman Jenis Paku-Pakuan (Pteridophyta) di Coban Putri Kota Batu Beserta Potensi Kebermanfaatannya. JURNAL PENDIDIKAN MIPA, 14(1), 187-193. https://doi.org/10.37630/jpm.v14i1.1439
Abstract viewed = 63 times
PDF downloaded = 56 times