Pengembangan Bahan Ajar Bakar (Berbasis Kearifan Lokal Bakumpai) pada Pelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP Kelas VIII

Authors

  • Haen Haen Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Fathul Zannah Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Tazkiyatunnafs Elhawwa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpm.v15i4.3665

Keywords:

Bahan Ajar, BAKAR, Literasi Sains

Abstract

Kurikulum merdeka yang berlaku saat ini memberikan kebebasan kepada pendidik dalam menyusun sebuah skenario pembelajaran berbentuk bahan ajar. Akan tetapi dalam hal ini para pendidik lebih memilih bahan ajar yang telah tersedia pada laman internet. Sehingga pendidik belum memiliki sebuah bahan ajar yang mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan kearifan lokal di lingkungan sekitar. Bahan ajar BAKAR (Berbasis Kearifan Lokal Bakumpai) IPA merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk memberikan pemahaman kepada siswa agar mampu mengaitkan materi dengan kearifan lokal di lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui validitas dan praktikalitas serta evektivitas bahan ajar IPA Berbasis Kearifan Lokal Bakumpai. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Reaserch and Development) dengan model 4D untuk mengembangakan bahan ajar. Instrumen berupa lembar validasi ahli untuk menilai kelayakan bahan ajar. Adapun hasil uji validitas oleh ahli Bahasa, Materi, dan Media menunjukkan hasil persentase 88,12% sehingga berkategori sangat valid. Sedangkan hasil uji praktikalitas oleh pendidik menunjukkan hasil persentase 100% dan peserta didik 77,8% sehingga berkategori praktis. Dengan demikian, penggunaan bahan ajar BAKAR (Berbasis Kearifan Lokal Bakumpai) IPA sudah valid dan praktis untuk digunakan dalam kegiatan proses pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif, S., & Iskandar. (2018). Pengembangan Bahan Ajar: Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Arsyad, Azhar. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Asri, N. (2022). Pengembangan Bahan Ajar dalam Pembelajaran Abad 21. Yogyakarta: Deepublish.

Darwanto, D., Khasanah, M., & Putri, A. M. (2021). Penguatan literasi, numerasi, dan adaptasi teknologi pada pembelajaran di sekolah: Sebuah upaya menghadapi era digital dan disrupsi. Jurnal Eksponen, 11(2), 25–35. Diunduh pada hari sabtu, 25 Mei 2025 https://media.neliti.com/media/publications/384693-none-eaf0c2b8.pdf?utm_source=chatgpt.com

Fitriyah, F. (2022). Pengembangan bahan ajar interaktif berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21: Kunci sukses implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia.

Kementerian Agama Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2019). Pedoman Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Ditjen Pendis, Kementerian Agama RI.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Capaian pembelajaran Sekolah Menengah Pertama (SMP) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Kemendikbudristek.

Mardapi, Djemari. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non Tes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Trianto. (2010). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2025-12-21