Pengaruh Latihan Hight-Intensity Interval Training (HIIT) terhadap Peningkatan Vo2max Pemain Sepakbola M2 United

  • Irfan STKIP Taman Siswa Bima
  • Haris STKIP Taman Siswa Bima

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Adakah perbedaan pengaruh antara metode latihan plaiometrik lari lompat rintangan dan Hight-Intensity Interval Training (HIIT) terhadap peningkatan hasil Vo2max pemain sepakbola M2 United tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain sepakbola M2 United tahun 2017 berjumlah 22 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Random Sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 22 orang pemain sepak bola. Kesimpulan Ada perbedaan pengaruh yang signifikan latihan Hight-Intensity Interval Training (Hiit) terhadap peningkatan Vo2max pemain sepakbola M2 United. Bila kita bandingkan dengan t-hitung 13,015 dan t-tabel 2,086 dengan taraf signifikan 0,05% maka t-hitung lebih besar dari pada t-tabel (13,015>2,086). Selanjutnya, untuk mengetahui persentase peningkatan Vo2max pemain sepakbola M2 United dilakukan perhitungan (Mean difference / mean pretest x 100%) yaitu (8,909/39,6773x100%). Berdasarkan hasil perhitungan persentase diperoleh hasil bahwa peningkatan Vo2max pemain sepakbola M2 United sebesar 22,45%.

Keywords: Latihan Hight-Intensity Interval Training (Hiit), VO2 Max Pemain M2 United

References

A . Luxbacher Joseph. (2008). Sepak Bola
Langkah-Langkah Menuju Sukses. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Arikunto. (2006). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Depdiknas. (2004). Pedoman dan Modul
Kesehatan Olahraga Bagi PelatihOlahraga Pelajar. Jakarta: Depdiknas.
__________. (2005). Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani. Jakarta: Depdiknas.
Djoko Pekik. (2000). Panduan Latihan Kebugaran (Yang Efektif dan Aman). Yogyakarta: Lukman Offset.
¬¬¬¬¬¬¬¬¬__________. (2004). Pedoman Praktis untuk Kebugaran dan Kesehatan. Yogyakarta: Andi.
Grosser Straischka . (2004). Latihan Fisik Olahraga “Conditiontraining” diterjemahkan oleh Paulus Levinus Pesurney. Koni:Jakarta.
Heywood. (2004). Advance Fitness Assessment & Exercise Prescription, 3rd Ed. Leeds: Human Kinetics.
Hoeger, W.W.K and Hoeger, S.A. (2014). Lifetime Physical Fitness and Wellness: A Personalized Programe 13th Edition. Paper Back Cengage Learning.
Kuntaraf L. Kathlehen. (2002). Olahraga Sumber Kesehatan. Jakarta: Percetakan Anvent Indonesia.
Kravitz L. (2014). High Intensity Interval Training. Washington DC: American College of Sports Medicine.
Muhyi Faruq. (2008). Permainan Pengembangan Kecerdasan Kinestetika Anak Dengan Media Hulahop. Jakarta: Grasindo.
Nossek, Josef. (2006). General Theory of Training. Lagos: National Institude For Sports, Pan African Prees, Ltd.
Riduwan. (2005). Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.
Reilly Thomas. (ed.). (2001). Science and Soccer. London: E. & F.N. Spon.
Subagyo Irianto. (2010). Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Test Kecakapan “David Lee” untuk Sekolah Sepakbola (SSB) Kelompok Umur 14-15 Tahun. Tesis. Yogyakarta: FIK UNY.
Sukadiyanto. (2002). Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Bandung: Lubuk Agung.
__________.(2011). Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Yogyakarta: FIK Universitas Negeri Yogyakarta.
Sharkey, Brian J. (2003). Kebugaran dan Kesehatan. Terjemahan Eri Desmarini. Fitness and Health. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sutrisno Hadi. (2010). Satatistik Jilid II. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Yogyakarta.
Published
2017-12-30
Abstract viewed = 156 times