Kecukupan Belajar Gerak Materi Senam Lantai di SMP Negeri 1 Singaraja

Authors

  • Ketut Urip Puja Suyasa Universitas Pendidikan Ganesha
  • Made Agus Wijaya Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Komang Sukarata Adnyana Universitas Pendidikan Ganesha
  • Wahjoedi Wahjoedi Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ni Luh Putu Spyanawati Universitas Pendidikan Ganesha

Keywords:

Kecukupan Belajar Gerak, Analisa Proporsi Fokus, Senam Lantai

Abstract

Kecukupan gerak peserta didik merupakan indikator penting dalam pembelajaran PJOK, namun dalam praktiknya keterlibatan aktif peserta didik masih belum optimal. Selain itu, masih terbatasnya kajian yang mengukur kecukupan gerak melalui indikator Active Time Allotment dan Student’s Direct Engagement membuat kondisi ini belum tergambarkan secara jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecukupan gerak siswa dalam pembelajaran senam lantai, khususnya pada materi guling depan dan guling belakang di SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII, dengan sampel sebanyak 39 siswa dari kelas VIII A9 yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen Analisis Proporsi Fokus (APF) yang mengukur dua indikator utama, yaitu Proporsi Active Time Allotment dan Proporsi Student’s Direct Engagement. Data tersebut dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif yang disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa nilai rata-rata Active Time Allotment sebesar 77,92%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar waktu pembelajaran telah dimanfaatkan untuk aktivitas gerak peserta didik. Sementara itu, nilai rata-rata Student’s Direct Engagement sebesar 34,55%, yang menunjukkan bahwa keterlibatan langsung peserta didik dalam aktivitas pembelajaran masih tergolong rendah. Rendahnya keterlibatan tersebut dipengaruhi oleh pelaksanaan praktik yang dilakukan secara bergiliran serta keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kecukupan gerak peserta didik berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih partisipatif serta dukungan sarana yang memadai untuk meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran senam lantai.

References

Aspi, M., & Syahrani. (2023). Profesional Guru Dalam Menghadapi Tantangan Perkembangan Teknologi Pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Keguruan, 1(1), 47–56.

Fajri, A. K., Widianto Atmojo, I. R., & Saputri, D. Y. (2022). Analisis Konten Integrasi TPACK Berbasis STEAM Pada Buku Tematik Kelas V Tema 1 Organ Gerak Hewan dan Manusia. Didaktika Dwija Indria, 10(3), 60–65.

Huang, Y., & Ning, C. F. (2022). Retraction notice to Enhancing critical thinking in Chinese students in physical education through collaborative learning and visualization’’ [Thinking Skills and Creativity Volume 42, December 2021, 100958] (Thinking Skills and Creativity (2021) 42, (S. Thinking Skills and Creativity, 46(October), 101155.

Krisnawati, N. L. P., & Satyawan, I. M. (2023). Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Passing Bola Basket. Journal Of Innovation And Learning, 2(2), 112–123.

Lesmana, K. Y. P., Santyasa, I. W., & Warpala, I. W. S. (2016). Pengaruh Model Dan Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Kemampuan Dasar Senam Lantai Pada Mahasiswa Jurusan Penjaskesrek Undiksha. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 5(1), 97.

Parwata, I. M. Y. (2021). Pembelajaran Gerak Dalam Pendidikan Jasmani Dari Perspektif Merdeka Belajar. Indonesian Journal of Educational Development, 2(2), 219–228.

Saehu Abas, Yandi Wahyu Hidayat, & Rozha Fadhlu Rohman. (2023). Implikasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dengan Information Comunication and Technology (ICT) pada Pembelajaran PAI di SMAN 1 Beber. Indonesian Journal of Islamic Education Studies (INJURIES), 1(1).

Spyanawati, N. L. P., Sucita Dartini, N. P. D., & Semarayasa, I. K. (2022). Pengembangan model permainan dalam pembelajaran pendidikan jasmani untuk peserta didik kelas satu sekolah dasar. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 4(2), 88.

Subaya, S., & Sahrol. (2022). Pembelajaran Rol Depan Senam Lantai Dengan Model Kooperatif Learning Di SMK NEGERI 1 Mukok. Jurnal Locomotor Ilmu Keolahragaan, IX(9), 1–23.

Suroto, Maksum, A., Subagyo, Priambodo, A., Kristiyandaru, A., Muhammad, H. N., Nurhayati, F., Kartiko, D. C., & Wijaya, M. A. (2007). Model Pembelajaran Inovatif Pendidikan Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan IU-07-1 (Untuk Menjamin Kecukupan Belajar Gerak Dan Konstruksi Nilai-Nilai Olahraga). In Departemen Pendidikan Nasional.

Suwiwa, I. G., Astra, I. K. B., M.S, I. G. D. T., Satyawan, I. M., & Mahardika, I. M. G. A. (2025). Physical education ( PE ) for improving skills of special needs students. Bravo’s: Journal of Physical Education and Sport Science, 13(2), 276–288. https://doi.org/https://doi.org/10.32682/bravos.v13si2/128

Wijaya, M. A., Astra, I. K. B., Artanayasa, I. W., & Paramintha, S. T. (2019). Improving Fundamental Skills of Elementary School Students through Fundamental Skills Card-Based Cooperative Learning Model. Journal of Physics: Conference Series, 1387(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1387/1/012052

Wijaya, M. A., Suwiwa, I. G., & Kardiawan, I. K. H. (2024). Workshop Media Pembealajaran Keterampilan Dasar Senam Lantai Berorientasi Ict Tpack Untuk Guru PJOK SD Kecamatan Nusa Penida. Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyrakat, 9(November), 1418–1424.

Wijaya, M. A., Suwiwa, I. G., Yoda, I. K., Astra, I. K. B., & Spyanawati, N. L. P. (2025). Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning Bagi Kkgo Kecamatan Buleleng. Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyrakat, 10(1), 1103–1107.

Downloads

Published

2026-04-30