Fungsi dan Makna Tindak Tutur Ilokusi dalam Parno Maloa Ijab Qobul pada Prosesi Akad Nikah Adat Masyarakat Kerinci di Kecamatan Koto Baru

Authors

  • Dilsa Sismadika Universitas Jambi
  • Andiopenta Purba Universitas Jambi
  • Helty Helty Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpb.v15i4.3730

Keywords:

Tindak Tutur Ilokusi, Pragmatik, Parno Maloa Ijab Qobul, Adat Kerinci

Abstract

Parno merupakan tradisi tutur yang hidup dalam masyarakat Kerinci dan digunakan dalam berbagai upacara adat, termasuk prosesi pernikahan. Salah satu bentuknya adalah Parno Maloa Ijab Qobul, yaitu rangkaian tuturan adat yang mengiringi pelaksanaan akad nikah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, fungsi, dan makna tindak tutur ilokusi yang muncul dalam upacara adat tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis pragmatic teori Searle, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan ninik mamak dan teganai rumah, serta dokumentasi teks Parno di Kecamatan Koto Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kategori tindak tutur ilokusi representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif muncul secara dominan dalam tuturan Parno. Tuturan-tuturan ini tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi ritual, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai budaya, seperti tanggung jawab, kesopanan, penghormatan, dan legitimasi sosial. Dari segi makna, tindak tutur representatif merepresentasikan situasi adat secara faktual untuk meneguhkan kesadaran kolektif terhadap aturan turun-temurun, sedangkan tindak tutur lainnya berperan mengatur, mengesahkan, dan memperkuat hubungan sosial antarpelaku adat. Temuan ini menunjukkan bahwa Parno Maloa Ijab Qobul memainkan peran penting dalam mempertahankan identitas budaya masyarakat Kerinci melalui bahasa yang kaya simbolisme dan nilai-nilai adat.

References

Andesti, W. T. (2024). Analisis tindak tutur ilokusi pada tradisi Parno di Hamparan Rawang Kerinci. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 6(2). https://doi.org/10.22437/dikbastra.v6i2.33529.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). (Vol. 4).

Fitriani, R., Untari, M. F. A., & Jannah, F. M. (2024). Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 8(3), 11916–11924. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i3.7529

Gai Maksimilianus Ardiyanto, Arpan Yunada, Sutaguna Nyoman Tri, & Taihuttu Gabriela Catriona. (2024). Revitalisasi Wisata Budaya Merayakan Warisan Dengan Sentuhan Modern (S. AB. Ajrina Putri Hawari, Ed.; September). PT Media Penerbit Indonesia.

Izar, J. N. (2020). Assertive Speech Acts in Mata Najwa Program of Episode Gare-Gare Corona. . Lexeme : Journal of Linguistics and Applied Linguistics, , 2(1), 53–58. https://doi.org/10.32493/ljlal.v2i1.6996.

Julisah Izar, R. A. (2020). Bentuk dan Fungsi Tindak Tutur Ekspresif dalam Film Dokumenter The Mahuzes Karya Watchdoc Image. Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra, 2 (1), 1-11.

Mukhlis, A. (2020). Relasi Akhlak dan Bahasa: Sumbangsih Sosiolinguistik Terhadap Pembentukan Karakter Profetik Siswa. Cakrawala Linguista, 1–12.

Purba, A. (2022). SOSIOPRAGMATIK; Suatu Kajian Teoritis (Vols. 978-623-5279-26–8).

Putra, A. R., & D. S. (2022). (2022). Kajian Tindak Tutur Ilokusi dalam Upacara Adat di Sumatera. Jurnal Bahasa dan Budaya. 8(2), 112-125.

Purba, A. (2020). SOSIOPRAGMATIK;Suatu Kajian Teoritis . Jambi: CV Gemulun (Vols. 978-623-5279-26–8)..

Searle, J. R. (1979). Expression and Meaning: Studies in the Theory of Speech Acts. Essay Collection: Vol. 49). https://doi.org/10.2307/2184. .

Zahara, M., Karakter Dalam Parno Adat Pernikahan Di Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci, N., & Zahara Fakultas Adab dan Humaniora UIN STS Jambi, M. (2019). Nilai Karakter Dalam Parno Adat Pernikahan di Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci (Vol. 24, Issue 01).

Downloads

Published

2025-12-07