Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar Berbasis Hakekat Sains untuk Peningkatan Literasi Sains Siswa

Authors

  • I Komang Wisnu Budi Wijaya Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Made Candiasa Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Nyoman Jampel Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ketut Suma Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpm.v15i2.2909

Keywords:

IPA, Pembelajaran, Sekolah Dasar, Hakekat Sains

Abstract

Rendahnya literasi sains siswa Indonesia salah satunya disebabkan oleh proses pembelajaran IPA yang masih konvensional. Oleh karena itu pembelajaran IPA khususnya di sekolah dasar (SD) harus dilakukan perbaikan. Salah satu rekomendasi perbaikan adalah pembelajaran IPA berorientasi hakekat sains. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan hakekat sains dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kajian literatur. Data bersumber dari berbagai literatur yang berkaitan dengan proses pembelajaran IPA di sekolah dasar. Tahapan penelitian ini mencakup pengumpulan literatur, telaah literatur, seleksi literatur berdasarkan tujuan penelitian, analisis data yang terkumpul dengan teknik analisis isi dan penarikan kesimpulan. Sumber data diperoleh dari berbagai literatur berupa jurnal, buku dan prosiding dan literatur lain yang berkaitan dengan literasi sains dan hakekat sains. Data dianalisis dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran IPA di sekolah dasar dapat dilakukan dengan pola ; 1) Produk-Proses-Aplikasi-Sikap yaitu dimulai dengan menjelaskan konsep IPA lalu dilakukan kegiatan ilmiah untik verifikasi konsep dan dilanjutkan dengan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari dan pengenalan sikap ilmiah ; 2) Proses-Sikap-Produk-Aplikasi yaitu dimulai dengan kegiatan ilmiah dan disertai pengembangan sikap ilmiah dan kemudian didapatkan produk sains dan kemudian dilanjutkan dengan aplikasi produk sains dalam kehidupan sehari-hari dan 3) Aplikasi-Produk-Sikap-Proses dimulai dengan menjelaskan sebuah peristiwa aplikasi sains dan lalu identifikasi konsep sains yang ada dengan berpedoman pada sikap ilmiah dan lalu dilakukan kegiatan ilmiah untik verifikasi konsep.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Darmayanti, N. W. S., Artini, N. P. J., Juniartina, P. P., Wahyuni, N. N. T., Wijaya, I. K. W. B., Setiawati, G. A. D., … Januariawan, I. W. (2022). Strategi Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD). Banyumas: Penerbit Pena Persada.

Fuadi, H., Robbia, A. Z., Jamaluddin, & Jufri, A. W. (2020). Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 5(2), 108–116. https://doi.org/DOI: 10.29303/jipp.v5i2.122

Hendracipta, N. (2016). Menumbuhkan Sikap Ilmiah Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 2(1), 109–116.

Isnawati. (2014). Profil Keterampilan Proses Sains Terpadu Siswa SMP Negeri 6 Banjarmasin. Quantum, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 5(2), 87–97.

Longfield. (2002). Science Process Skills. Retrieved from http://www.indiana.edu/~deanfac/portfolio/examples/jlongfield/doc/sci_process_skills.doc.

Mariana, I. M. A., & Praginda, W. (2009). Hakekat IPA dan Pendidikan IPA. Bandung: P4TK IPA.

Maturradiyah, N., & Rusilawati, A. (2015). Analisis Buku Ajar Fisika SMA Kelas XII Di Kabupaten Pati Berdasarkan Muatan Literasi Sains. Unnes Physics Education Journal, 4(1), 16–20. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/upej.v4i1.4731

Prahastiwi, F. . (2019). Keterkaitan Pembelajaran Literasi Sains dengan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPA SD. Seminar Nasional Pendidikan Dasar.

Situmorang, R. P. (2016). Integrasi Literasi Sains Peserta Didik Dalam Pembelajaran Sains. Satya Widya, 32(1), 49–56.

Supadmini, N. K., Wisnu Budi Wijaya, I. K., & Larashanti, I. A. D. (2020). Implementasi Model Pendidikan Lingkungan UNESCO Di Sekolah Dasar. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(1), 77–83. https://doi.org/10.37329/cetta.v3i1.416

Sutrisna, N. (2021). Analisis Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik SMA di Kota Sungai Penuh. Jurnal Inovasi Penelitian, (12), 2683–2694.

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Wijaya, I. K. W. B. (2018). Strategi Penanaman Taksonomi Pembelajaran IPA Pada Siswa Sekolah Dasar (SD) Untuk Membentuk Generasi Literasi Sains. Adi Widya, 3(1), 30–36. https://doi.org/https://doi.org/10.25078/aw.v3i1.903

Wijaya, I. K. W. B. (2020). Pengembangan Kompetensi 4C dan Keterampilan Proses Sains Melalui Pembelajaran Berbasis Catur Pramana. Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu, 7(1), 70–76.

Wijaya, I. K. W. B., Yasa, I. M. W., & Muliani, N. M. (2023). Menumbuhkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar di Lingkungan Keluarga. Jurnal Pendidikan MIPA, 13(4), 1012–1016. https://doi.org/https://doi.org/10.37630/jpm.v13i4.1259

Wijaya, I. K. W. B., Yasa, I. M. W., & Wahyuni, N. N. T. (2023). Aplikasi Konsep Pembelajaran Abad Ke-21 Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Di Sekolah Dasar (SD). Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(5), 2574–2581. https://doi.org/https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i5.2168

Yuliati, Y. (2017). Literasi Sains dalam Pembelajaran IPA. Jurnal Cakrawala Pendas, 3(2), 21–28. https://doi.org/10.31949/jcp.v3i2.592

Yusmar, F., & Fadilah, R. E. (2023). Analisis Rendahnya Literasi Sains Peserta Didik Indonesia: Hasil PISA Dan Faktor Penyebab. Lensa (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 11–19.

Downloads

Published

2025-06-27