Proses Matematisasi pada Aktivitas Budidaya Bawang Merah (Studi Fenomenologi pada Petani Bawang Merah di Kabupaten Bima)

Authors

  • Fatmah Fatmah STKIP Taman Siswa Bima
  • Citra Citra STKIP Taman Siswa Bima
  • Muhammad Fuadi STKIP Taman Siswa Bima

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpm.v15i4.4092

Keywords:

Matematisasi, Etnomatematika, Aktivitas Matematis, Pertanian

Abstract

Pertanian bawang merah merupakan mata pencaharian utama masyarakat di Kabupaten Bima dan melibatkan berbagai aktivitas yang menuntut ketepatan perhitungan dalam praktik sehari-hari petani. Namun, praktik matematis tersebut belum banyak dikaji sebagai sumber matematika kontekstual berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses matematisasi dalam aktivitas budidaya bawang merah pada masyarakat petani di Kabupaten Bima. Matematisasi dipahami sebagai proses mengubah situasi nyata ke dalam bentuk matematika, baik melalui matematisasi horizontal (menghitung, mengukur, memperkirakan) maupun vertikal (menyusun pola dan strategi kerja yang lebih sistematis). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi. Subjek penelitian adalah petani bawang merah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan petani melakukan perhitungan kebutuhan bibit berdasarkan luas lahan, penentuan jarak dan kedalaman tanam, pengukuran lebar serta kedalaman parit, estimasi tenaga kerja dan biaya upah, serta teknik pemotongan bibit berdasarkan lama penyimpanan dan musim tanam. Temuan ini menegaskan bahwa matematisasi berkembang dari pengalaman dan pengetahuan lokal petani. Penelitian ini berkontribusi memetakan praktik etnomatematika bawang merah sebagai konteks pembelajaran matematika kontekstual di sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bishop, A. J. (1988). Mathematical enculturation: A cultural perspective on mathematics education. https://link.springer.com/book/10.1007/978-94-017-2209-4?utm_source

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Chapter 4: Five Qualitative Approaches to Inquiry. In Qualitative inquiry & research design: choosing among five approaches.

Dwidayati, N. (2018). Menggali Etnomatematika : Matematika sebagai Produk Budaya. 1, 471–476.

Freudenthal, H. (2000). VU Research Portal.

Gerdes. (1996). Ethnomathematics and its implications for mathematics education. https://doi.org/https://doi.org/10.1007/BF00305894

James, P. (1980). Participant observation. Rinehart and Winston.

Learning, M., & Cobb, P. (2002). Diversity, Equity, and Mathematical Learning. Diversity, Equity, and Mathematical Learning, 4. https://doi.org/10.4324/9781410608475

Manurung, M. M., Windria, H., & Arifin, S. (2019). Desain Pembelajaran Materi Himpunan Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Untuk Kelas VII. Jurnal Derivat: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 5(1), 19–29. https://doi.org/10.31316/j.derivat.v5i1.143

MATHEW B. MILLES, A MICHAEL HUBERMAN, J. S. (2014). Qualitative data analysis: An expanded/sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Rosa, M., & Orey, D. C. (2011). Ethnomathematics : the cultural aspects of mathematics Etnomatemática : os aspectos culturais da matemática. 4, 32–54.

Treffers, A. (1987). Three dimensions: A model of goal and theory description in mathematics instruction—The Wiskobas project. Reidel. https://link.springer.com/book/10.1007/978-94-009-3707-9

Ubiratan D’Ambrosio. (2006). Ethnomathematics: Link Between Traditions and Modernity. Sense Publishers. https://books.google.co.id/books/about/Ethnomathematics.html?id

Widiani, Y., & Ferolina, N. (2019). Matematika dan lingkungan. 2, 39–45.

Downloads

Published

2025-12-31