Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Neuroscience untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SMA

Authors

  • Asriyadin Asriyadin STKIP Taman Siswa Bima
  • Muliana Muliana SMAN 3 Donggo

DOI:

https://doi.org/10.37630/jpm.v9i1.187

Keywords:

neuroscience, pemahaman konsep

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika menggunakan pendekatan neuroscience bagi siswa SMA. perangkat pembelajaran yang di maksud berupa RPP, LKS, intrumen penilaian pemahaman konsep siswa dan alat peraga fisika berbasis pendekatan neuroscience. Perangkat pembelajaran yang digunakan memenuhi kriteria valid dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatnya pemahaman konsep fisika siswa setelah menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan neuroscience. Selain itu melalui perangkat pembelajaran ini, siswa menjadi terbiasa berpikir secara baik dengan memanfaatkan cara berpikir otak sesuai dengan prinsip pendekatan neuroscience sehingga mampu memahami dengan baik konsep-konsep fisika yang diajarkan. Dari penelitian ini diperoleh peningkatan rata-rata kemampuan pemahaman konsep fisika siswa dari 56,30 menjadi 88,50. Dengan demikian menggunakan perangkat pembelajaran dengan pendekatan neuroscience dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep fisika siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Gautreau, R., Novemsky, L., (1997), Concept First-A Small Group Approach To Physics Learning, Am. J. Phys. 65 (5) 418-428
Hake, R. R., (1998), Interactive-Engagement versus Traditional Methods : A Six-Thousand-Student Survey of Mechanics Test Data for Introductory Physics Course, Am. J. Phys. 66(1) 64- 74 Hasan, S., Bagayoko, D., Kelley, E.L., (1999), Misconseptions and the Certainty of Response Index (CRI), Phys. Educ. 34(5), pp. 294 - 299.
Hammer, D., (1996), More Than Misconceptions : Multiple Perspectives on Student Knowledge and Reasoning, and an Appropriate Role for Education Research, Am. J. Phys., 64(10), pp. 1316 - 1325.
Kalman, C. S., (1999), Promoting Conceptual Change Using Collaborative Groups in Quantitative Gateway Courses, Phys. Educ. Res., Am. J. Phys. Suppl. 67 (7) S45 - S51
Kurniawan, A.D. 2013. Metode inkuiri terbimbing dalam pembuatan media pemeblajaran biologi untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kreativitas siswa SMP. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 2(1):8-11
Maladjuna, D.A., Saehana, S dan Syamsu. 2013. Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran fisika di SMP Negeri 19 Palu. Jurnal Pendidikan Fisika, 5(1):7-10
Mazur, E., (1997), Peer Instruction : A User Manual, Englewood Cliffs, NJ : Prentice Hall
Prastowo, A. 2011. Panduan Kreatif mebuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press
Rismawati., Ratman, dan Dewi, A.I. 2012. Penerapan metode eksperimen dalam meningkatkan pemahaman konsep energi panas pada siswa kelas IV SDN No 1 Balukang 2. Jurnal Kreatif, 4(1):199-215.
Rusman. 2014. Model-Model Pembelajaran, Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajagrafindo Persada
Savinainen, A., Scott, P., (2001), Using The Force Concept Inventory To Monitor Student Learning and To Plan Teaching, Phys. Educ. 37(1) 53-58
Sokoloff, D. R., Thornton, R. K., (1997), Using Interactive Lecture Demonstrations To Create an Active Learning Environment, The Physics Teacher 35. 340-347
Yusuf, A. M. 2015. Asesmen dan Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group
Van den Berg, E., (1991), Miskonsepsi Fisika dan Remediasi, UKSW, Salatiga
Van Heuvelen, A., (1996), ALPS Kit (Active Learning Problem Sheets Kit) : Mechanics, Hayden-McNeil Publishing, Inc.

Downloads

Published

2019-06-30