Perbedaan Hasil Belajar IPA Siswa dengan Laboratorium Virtual Menggunakan Aplikasi PhET dan Laboratorium Real SMP Negeri 1 Sigi
DOI:
https://doi.org/10.37630/jpm.v16i1.4131Keywords:
Laboratorium Virtual, PhET, Laboratorium Real, Hasil Belajar, Unsur, Senyawa, CampuranAbstract
Keterbatasan fasilitas laboratorium fisik di sekolah seringkali menghambat pelaksanaan praktikum IPA, sehingga diperlukan alternatif pembelajaran berbasis teknologi seperti laboratorium virtual. Namun, efektivitas laboratorium virtual dibandingkan laboratorium real dalam meningkatkan hasil belajar siswa masih perlu dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan hasil belajar IPA siswa yang menggunakan laboratorium virtual berbasis aplikasi PhET dan laboratorium real pada materi unsur, senyawa, dan campuran di SMPN 1 Sigi. Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe pretest-posttest control group design digunakan dalam penelitian ini. Seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Sigi dijadikan populasi penelitian, dengan sampel dua kelas: kelas VIII-A (20 siswa) menggunakan laboratorium real dan kelas VIII-B (20 siswa) menggunakan laboratorium virtual PhET, yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling. Tes pilihan ganda 13 butir soal digunakan sebagai instrumen penelitian, sudah divalidasi dengan nilai Cronbach's Alpha 0,709. Statistik deskriptif, pengujian normalitas (Shapiro-Wilk), pengujian homogenitas (Levene's Test), pengujian independent sample t-test, N-Gain, serta effect size (Cohen's d) digunakan untuk menganalisis data. Temuan penelitian menunjukkan ada perbedaan nyata hasil belajar siswa yang menggunakan laboratorium virtual PhET serta laboratorium real dengan nilai sig. (2-tailed) p < 0,05. Nilai rata-rata posttest kelas laboratorium real (69,75) lebih tinggi dibandingkan kelas laboratorium virtual PhET (55,00). Peningkatan hasil belajar berdasarkan N-Gain menunjukkan bahwa kelas laboratorium virtual PhET memperoleh kategori sedang (33,77%) sedangkan kelas laboratorium real juga memperoleh kategori sedang (34,74%). Nilai effect size (Cohen's d) 1,057 menunjukkan bahwa laboratorium real memberikan pengaruh kecil namun signifikan terhadap hasil belajar dibandingkan laboratorium virtual PhET. Kesimpulannya, laboratorium real lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa pada materi unsur, senyawa, dan campuran dibandingkan laboratorium virtual PhET di SMP Negeri 1 Sigi.
Downloads
References
Emda, A. (2017). Laboratorium sebagai sarana pembelajaran kimia dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kerja ilmiah. Lantanida Journal, 5(1), 59-84.
Fitriani, A. (2024). Comparison of the effect of using virtual laboratory based on PhET simulation and real laboratory in improving mastery of electronic concepts of physics education students. Tekno-Pedagogi: Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(1), 12-25.
Fitryana, D., Sulistyo Saputro, A. N., & Priyanto, E. (2023). Pengaruh pembelajaran kimia dengan metode Student Team Achievement Division (STAD) yang dilengkapi eksperimen laboratorium riil dan virtual terhadap prestasi belajar pada materi pokok koloid. Jurnal Pendidikan Kimia, 2(3), 224-230.
Gozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26 (Edisi 10). Semarang: Universitas Diponegoro.
Hardani. (2019). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Ed. I). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hermansyah, Gunawan, & Herayanti, L. (2017). Pemanfaatan laboratorium virtual dalam pembelajaran IPA di sekolah menengah pertama. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(2), 125-132. https://doi.org/10.15294/jpii.v6i2.9481.
Hikmah, N., Saridewi, N., & Agung, S. (2017). Penerapan laboratorium virtual untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Educhemia Jurnal Kimia dan Pendidikan, 2(2), 3-14. https://doi.org/10.30870/educhemia.v2i2.1187.
Jaya, H., Susanto, H., & Rahman, A. (2020). Pengembangan laboratorium virtual sebagai media pembelajaran. Jurnal Sains dan Teknologi, 7(2), 45-56. https://doi.org/10.31764/justek.v3i2.3553.
Muhajarah, K. (2020). Pengembangan laboratorium virtual sebagai media pembelajaran: Peluang dan tantangan. Jurnal Sains dan Teknologi, 3(2), 99-106.
Mutlu, A., & Şeşen, B. A. (2020). Comparison of inquiry-based instruction in real and virtual laboratory environments: Prospective science teachers' attitudes. Participatory Educational Research, 7(3), 82-101.
Nirwana, R. R. (2017). Pemanfaatan laboratorium virtual dan e-reference dalam proses pembelajaran dan penelitian ilmu kimia. Phenomenon: Jurnal Pendidikan, 1(1), 115-123. https://doi.org/10.21580/phen.2011.1.1.447.
Nurhayati, E., Winarso, W., & Sari, D. P. (2021). Pengaruh pembelajaran multisensori terhadap peningkatan pemahaman konsep dan hasil belajar IPA. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(2), 183-194. https://doi.org/10.24815/jpsi.v9i2.19876.
Olympiou, G., & Zacharia, Z. C. (2022). Blending physical and virtual manipulatives: An effort to improve students’ conceptual understanding through science laboratory experimentation. Science Education, 96(1), 21-47. https://doi.org/10.1002/sce.20463.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (2005). Jakarta: Sekretariat Negara
Purwanto, N. (2019). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Puspitasari, A. D., Wahyuni, S., & Subiki. (2022). Efektivitas penggunaan simulasi PhET untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa SMP. Jurnal Pendidikan Fisika, 10(1), 1-10. https://doi.org/10.22611/jpf.v10i1.21234.
Putri, C. H., Fitriani, S., & Nurmalina, N. (2021). Analisis pembelajaran sains di kelompok B1 Al-Khawarizmi TK Al-Azhar Cairo Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2), 111-120.
Rahmawati, F., & Sulistyo, G. H. (2022). Pemanfaatan simulasi PhET dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 11(4), 523-534. https://doi.org/10.15294/jpii.v11i4.38291.
Setiawati, E., Hendayana, S., & Supriatna, A. (2021). Analisis pengelolaan laboratorium IPA dan alternatif praktikum IPA pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 1 Ciamis. Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 2(3), 48-56. https://doi.org/10.25134/jkip.v2i3.3936.
Siregar, S. (2016). Statistika Deskriptif untuk Penelitian Dilengkapi Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17 (Ed. 1, Cet. 5). Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi revisi). Bandung: Alfabeta.
Sypsas, A., & Kalles, D. (2023). Virtual laboratories in Biology and Biochemistry higher education courses: A review of the literature. Interactive Learning Environments, 31(4), 1952-1973. https://doi.org/10.1080/10494820.2020.1854310.
Wahab, A. (2020). Pengembangan laboratorium virtual sebagai media pembelajaran: Peluang dan tantangan. Jurnal JUSTEK, 3(2), 99-110. https://doi.org/10.31764/justek.v3i2.3539.
Yusuf, A. M. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenada Media Group.
Zakiyah, A., Sudarti, & Lesmono, A. D. (2022). Pengaruh sarana prasarana laboratorium IPA terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 10 Jember kelas 7. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(24), 140-150. https://doi.org/10.5281/zenodo.7494535.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Awalia Safitri, Ardiansyah Ardiansyah, Rahmawati Rahmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Seluruh materi yang terdapat dalam situs ini dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi situs web ini untuk keperluan komersil tanpa persetujuan dewan penyunting jurnal ini.
- Apabila anda menemukan satu atau beberapa artikel yang terdapat dalam Jurnal Pendidikan MIPA yang melanggar atau berpotensi melanggar hak cipta yang anda miliki, silahkan laporkan kepada kami, melalui email pada Principle Contact.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
- Semua Informasi yang terdapat di Jurnal Pendidikan MIPA bersifat akademik. Jurnal Pendidikan MIPA tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang terjadi karana penyalah gunaan informasi dari situs ini.









